Kondisi Ekonomi dan Krisis Imigran Bikin Partai Ekstrimis Kanan Menguat di Delapan Negara Eropa Ini

Perkembangan ekonomi yang terseok-seok, ketidakpuasan Uni Eropa, dan krisis imigran telah menyebabkan partai ekstrem kanan Eropa meraih sukses besar.

Kondisi Ekonomi dan Krisis Imigran Bikin Partai Ekstrimis Kanan Menguat di Delapan Negara Eropa Ini
kompas.com/Reuters
Ketua Alternative für Deutschland AfD, Frauke Petry, menyarankan penjaga perbatasan menggunakan senjata terhadap pelintas perbatasan ilegal. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JERMAN- Perkembangan ekonomi yang terseok-seok, ketidakpuasan akan kebijakan Uni Eropa, dan krisis imigran telah menyebabkan partai ekstrem kanan Eropa meraih sukses besar.

Setidaknya patai ekstrem kanan dengan pemimpinnya yang kuat itu paling menonjol di delapan negara di Uni Eropa, sebagaimana dilaporkan Deutche Welle.

Pemimpin dan partainya bersikap antipati terhadap imigran, Muslim, dan juga terus mendorong agar negara mereka keluar dari Uni Eropa atau zona euro.

Jerman

Jerman merupakan negara penerima migran terbesar di Eropa setelah pada 2015 memutuskan untuk menerima satu juta migran dari Timur Tengah, Afrika, dan sebagian dari Asia Selatan.

Kebijakan pemerintah Kanselir Angela Merkel bukan tanpa perlawanan dari oposisi, seperti Partai Alternatif Jerman atai Alternative für Deutschland (AfD).

Ketua AfD, Frauke Petry, menyarankan penjaga perbatasan menggunakan senjata terhadap pelintas perbatasan ilegal.

AfD awalnya partai yang skeptis terhadap Uni Eropa. Sekarang mereka sudah menjadi kekuatan anti-Eropa dan anti-pemerintah.

AfD berhasil meraih suara cukup besar dalam pemilu di sejumlah negara bagian Jerman, Maret 2016.

Perancis

Halaman
1234
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved