Sebaiknya Anda Tahu

Ayo Mengenal Mekanisme Denda pada Tilang "Online", Begini Aturan Mainnya!

Yuk mengenal sistem denda tilang online alias e-tilang. Kenapa harus bayar denda maksimal? Ini aturan mainnya

Ayo Mengenal Mekanisme Denda pada Tilang
kompas.com
Ilustrasi e-tilang 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Sistem tilang online alias e-tilang sudah mulai diberlakukan. Para pelanggar lalu lintas akan diberi slip biru untuk langsung dibayarkan ke bank tanpa harus hadir di pengadilan.

Pertanyaannya, kenapa pelanggar langsung dikenakan besaran denda maksimal. Menjawab hal ini, Brigjen Pol Indrajit selaku Wakil Kepala Korps Polisi Lalu Lintas (Wakakorlantas), menerangkan bahwa sistem tersebut diterapkan karena adanya perbedaan jenis pelanggaran.

"Kalau denda minimum diterapkan ternyata dengan putusan dari pengadilan berbeda, siapa yang bayar. Contoh, si pelanggar bayar Rp 100.000, ternyata setelah diputuskan Rp 150.000, siapa yang akan bayar sisanya? Karena itu kami berikan denda maksmial," ucap Indrajit saat berbincang dengan KompasOtomotif di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Namun, lanjut Indrajit, bila amar putusan sudah turun dari pengadilan, dan terdapat sisa uang dari denda maksimal yang dibayarkan si pelanggar, maka uang itu akan langsung dikembalikan ke rekening yang bersangkutan.

Tabel Denda
Hal senada juga diutarakan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto. Menurut Budiyanto, amar alias putusan sepenuhnya merupakan kewenangan pengadilan.

"Kami terapkan ancaman maksimal sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. Nantinya, saat pengadilan menentukan besaran denda dan ternyata ada sisa akan dikembalikan, jadi vonis itu sepenuhnya tergantung pada hakim, kami hanya menindak saja," ucap Budiyanto saat dihubungi KompasOtomotif, Selasa (10/1/2017).

Sayangnya, sistem tersebut dianggap masih mengalami kendala. Contoh, tidak semua orang punya uang lebih saat ditilang. Guna mengatasi hal ini, polisi berencana untuk menetapkan tabel denda tilang.

"Rencana tabel denda mengarah pada efektivitas sistem e-tilang. Nantinya ada penetapan nominal besaran denda. Sampai saat ini memang belum terlaksana, kami masih menunggu respon," kata Budiyanto. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved