Sabtu, 18 April 2026

Ketua YLKI : Seharusnya Pencuri Uang Penumpang Lion Air Bisa Diusut Lewat CCTV

Ketua YLKI menilai, kasus hilangnya uang penumpang Lion Air seharusnya bisa diusut melalui CCTV yang ada di area bongkar muat bagasi.

TRIBUNNEWS
Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM -  Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi angkat bicara terkait insiden hilangnya uang Noveria Nazara, seorang penumpang Lion Air dari Nias ke Batam, Senin (2/10/2017) lalu.

Menurut Tulus saat dihubungi Tribun Batam, Kamis (5/10/2017) pihak Lion Air tidak bisa diam begitu saja dengan masalah tersebut.

Menurut pria yang berkantor di Jalan Pancoran Barat VII Nomor 1 Duren Tiga Jakarta Selatan itu, pencurian uang itu patut diduga dilakukan oleh orang dalam bandara dan pihak maskapai.

"Managemen Lion harus mengusut pelakunya. Seharusnya bisa diusut melalui CCTV yang ada di area bongkar muat bagasi. Patut diduga petugas security ikut bermain dengan petugas ground handling," katanya.

Baca: Tak Boleh Dibawa ke Kabin, Uang Rp 28 Juta Milik Penumpang Lion Air Lesap dari Bagasi

Baca: Lion Air : Diduga Ada Oknum Arahkan Noveria Taruh Uang di Bagasi

Baca: Jika Lepas Tangan, Keluarga Noveria Bakal Laporkan Lion Air ke Bareskrim Polri

Hal itu ia berdasarkan bukti jika uang tersebut sempat terdeteksi dengan mesin x-ray di Bandara Binaka, Nias tempat di mana petugas meminta Noveria memasukkan tas berisi uang ke bagasi dan melarang membawanya ke kabin.

Tulus juga meminta pihak bandara Binaka Gunungsitoli atau bandara yang dilewati barang tersebut segera mengevaluasi kinerja petugas keamanan x-ray dan personel pengamanan lainnya

"Jadi tanggungjawabnya (Lion Air dan bandara) mengusut dan menemukan malingnya via CCTV. Petugas yang nyolong harus diberi sanksi dengan tegas," tambah Tulus Abadi.

Agar tak terjadi hal serupa, Tulus mengimbau konsumen untuk tidak menempatkan barang berharga seperti uang dalam bagasi. Uang, benda-benda elektronik sebaiknya disimpan dalam handbag di kabin. "Kecuali dengan perjanjian khusus," imbuhnya. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak Jumat 6 Oktober 2017

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved