KALEIDOSKOP 2017
Januari 2017 - Gara-gara Hal Sepele Gadis Cantik Ini Dibunuh Satpam yang Sering Ia Beri Makan
Salah seorang tetangga yang berada di lokasi pra-rekonstruksi mengaku, tidak menyangka Saleh yang jadi tersangka utama dalam kasus tersebut.
Ika langsung masuk ke ruang tengah lalu meletakkan handphone di meja tanpa menutup pintu terlebih dahulu.
Karena pintu terbuka, Saleh leluasa mengendap masuk dan mengambil telepon selular di meja kemudian keluar.
Saat itu, Ika sedang ganti baju dan kaget melihat Saleh.
"Korban ini mau ganti baju. Tapi tiba-tiba pergoki si Saleh mau ambil handphone yang disimpan di meja, korban ini kejar. Karena ketahuan dia hantamkan kepala pelaku ke tembok, setelah pingsan dia pukul lagi. Baru dia ambil pisau tusuk lehernya dan gorok, " jelas Kombes Dicky.
Setelah tewas, Saleh sempat merenung dikamar korban sambil merokok.
Dia lalu mencuci pisau yang digunakan membunuh dan membuangnya ke atas jendela belakang kamar korban.
Beserta obeng yang sebelumnya mau dia ambil namun karena ada darah akhirnya ikut dibuang bersama pisau.
Dia juga lalu menutup jasad korban dengan sarung, kemudian keluar melalui pintu depan.
Saleh sempat menurunkan sakral lampu yang ada disamping. Lalu kembali ke pos melalui samping rumah yang langsung menyamping dengan posnya.
Jasa anjing pelacak
"Awalnya tersangka kita periksa sebagai saksi. Dia adalah securtiy perumahan yang pertama kali menemukan mayat korban."
"Setelah dilakukan pendalaman beberapa hari, semua bukti mengarah kepada saksi ini. Barang bukti yang disita, seperti badik, puntung rokok itu milik Saleh. Yang jelas Saleh tersangka," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, tadi malam.
Indikasi ke Saleh menguat pada olah TKP ke-empat, Kamis (19/1/2017) dini hari, setelah badik berdarah dan parang gagal membuktikan keterlibatan satpam.
Dalam olah TKP ke-4 itu, polisi melibatkan dua ekor anjing pelacak, Hana dan Hem.
Dua ekor anjing ini selalu mendekati Saleh.
Kepala Unit (Kanit) Resmob Polda Sulsel, Kompol Mochammad Yunus Saputra, yang ditemui Tribun di TKP, Kamis (19/1) dini hari, mengatakan, analisis polisi cocok dengan endusan Hana dan Hem.
"Jadi sesuai dengan analisa polisi di TKP dengan hasil dari kerja anjing pelacak, jika korban ini ditarik dari kamarnya di belakang ke depan kamar mandi. Di situ korban di eksekusi," kata Kompol Yunus.