KALEIDOSKOP 2017
Januari 2017 - Gara-gara Hal Sepele Gadis Cantik Ini Dibunuh Satpam yang Sering Ia Beri Makan
Salah seorang tetangga yang berada di lokasi pra-rekonstruksi mengaku, tidak menyangka Saleh yang jadi tersangka utama dalam kasus tersebut.
TRIBUNBATAM.id - Perilaku seorang satpam memicu kegeraman warga Perumahan Yusuf Bauty Paccinnongan, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Kamis (19/1/2017) malam.
Hingga pukul 23.00 Wita, tadi malam, warga kompleks ini masih sibuk membicarakan ulah di satpam, Jumat (20/1/2017).
Warga Rerumahan Yusuf Bauty tidak menyangka pembunuh Rafika Hasanuddin, calon mahasiswi apoteker Universitas Muslim Indonesia (UMI) asal Luwu itu adalah satpam perumahan itu sendiri, Saleh (38).
Saleh yang sejatinya digaji patungan oleh warga kompleks untuk menjaga diri dan harta seisi penghuni perumahan tersebut.
Nyatanya, justru Saleh-lah yang membunuh salah seorang "majikannya".
Dia bagai Pagar Makan Tanaman.
Warga Jeneponto itu ditetapkan sebagai tersangka sekitar pukul 19.00 Wita, kemarin.
Beberapa jam kemudian polisi melakukan pra-rekonstruksi di rumah Blok A/5 tersebut, sekitar pukul 22.00 Wita.
Salah seorang tetangga yang berada di lokasi pra-rekonstruksi mengaku, tidak menyangka Saleh yang jadi tersangka utama dalam kasus tersebut.
Pasalnya korban selalu baik dengan pelaku.
"Kami cuma tidak menyangka saja kalau satpam itu yang membunuh," kata seorang warga Yusuf Bauty di sela prarekonstruksi.
Sesuai analisa polisi, Ika, sapaan Rafika, sering main-main di pos satpam, bertemu dengan Saleh serta istri dan anaknya.
Menurut seorang warga, Ika sering menyeberang, ke pos satpam, mengantarkan makanan ke Saleh.
"Dia (Saleh) itu selalu diberikan makan oleh Rafika, baik sekali itu korban," ujarnya.
Saking marahnya, sejumlah warga kompleks yang dijaga siang-malam oleh Saleh itu, mereka meminta diberi kesempatan oleh polisi untuk melampiaskan amarah ke si satpam.

Mereka minta Saleh dihakimi massa dulu sebelum dibawa ke Polres Gowa.