KALEIDOSKOP 2017

Januari 2017 - Gara-gara Hal Sepele Gadis Cantik Ini Dibunuh Satpam yang Sering Ia Beri Makan

Salah seorang tetangga yang berada di lokasi pra-rekonstruksi mengaku, tidak menyangka Saleh yang jadi tersangka utama dalam kasus tersebut.

Tribun Timur
Saleh (kanan), personel satuan pengamanan kompleks perumahan Yusuf Bauty Garden, Jl Yusuf Bauty, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi tersangka kasus pembunuhan Rafika Hasanuddin (21), Kamis (19/1/2017) malam. 

Setelah mengekseskusi, pelaku kemudian keluar melalui pintu depan namun sebelum itu dia sempat mengintip melalui jendela untuk mengamati kondisi di luar terlihat dari jejak kaki pelaku yang mengarah ke jendela.

"Saat keluar pelaku ini sempat mematikan saklar lampu yang ada disamping rumah," ujar Yunus.
Hana dan Tem itu memang lama berputar-putar di sekitaran depan rumah.

Juga samping rumah dekat got yang berdampingan langsung dengan pos satpam.

Hana dan Tem mengarah ke rumah kosong yang ada di ujung jejeran rumah korban.
Tem juga sempat masuk bersama pawang anjing unit K9 Polda Sulsel itu ke dalam rumah yang diketahui menjadi tempat jemuran pakaian security perumahan, Saleh.

Dan menelusuri sampai belakang rumah.

Tem sempat lama mengendus tumpukan rumput depan rumah kosong itu, namun setelah dicek, tidak ditemukan apa-apa.

Menurut Yunus, waktu kejadian pembunuhan itu diduga terjadi Minggu (15/1) antara pukul 01.00 wita-02.00 wita.

Inilah, kata Yunus, membuat kurang maksimal hasil anjing pelacak.

Sebab jenjang waktu pembunuhan dengan diturunkannya anjing sudah lama.

"Dan juga waktu kejadian kan hujan jadi pengaruh yang bisa menghilangkan jejak," katanya.
Menurutnya, Hana dan Hem dilibatkan untuk mengendus jejak langkah kaki pelaku, saat hendak masuk ke rumah korban hingga pelariannya.

"Anjing ini bisa mengetahui jejak langkah kaki pelaku, makanya kami menurunkan anjing pelacak, agar kami bisa memudahkan melakukan proses penyelidikan dalam pengungkapan atas kasus meninggalnya Rafika," jelas Yunus.

Olah TKP sekitar tiga jam itu dipimpin Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel Kombes Pol Erwin Sadma.

Semua tim baik dari timsus dan resmob hadir. Bahkan warga dari luar perumahan juga ikut menonton saat anjing herder diturunkan.

(Tribun-Timur.Com/Darul Amri Lobubun/Wa Ode Nurmin)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved