Sebaiknya Anda Tahu

Terungkap! Inilah Gandarusa, Tanaman Berkhasiat Kondom bagi Pria! Begini Cara Pakainya!

Kontrasepsi pria selama ini lebih bersifat mekanik, dan kebanyakan para suami emoh menggunakannya

Terungkap! Inilah Gandarusa, Tanaman Berkhasiat Kondom bagi Pria! Begini Cara Pakainya!
Grid
Ilustrasi 

"Yang harus diingat, gandarusa adalah tanaman beracun kalau dikonsumsi oral (dikunyah atau diminum rebusannya)," Bambang Prajogo mengingatkan. Di Papua gandarusa diseduh seluruh bagian tanamannya.

Akan tetapi, menurut Bambang, zat aktifnya ternyata banyak ditemukan di daun. Mungkin orang Papua punya enzim pencernaan yang mampu menaklukkan racun gandarusa.

Kenyataannya, "Orang Papua anaknya sedikit. Tapi harus ditelaah lagi, karena bukan sekadar pakai KB alami, tapi apakah tingkat kesuburannya rendah karena gizi rendah dan faktor lain."

Gandarusa merupakan tanaman semak liar di dataran rendah hingga 500 m di atas permukaan laut. Tanaman ini banyak tumbuh di hutan, tanggul sungai, atau dipelihara sebagai tanaman pagar dengan stek batang.

Tumbuh tegak, tingginya bisa mencapai 2 m, percabangan banyak dari dekat pangkal batang. Cabang-cabang yang masih muda berwama ungu gelap, bila tua menjadi cokelat berkilat.

Daunnya yang banyak mengandung senyawa gendarusin berupa daun tunggal berbentuk lonjong sepanjang 5 - 20 cm dengan lebar 1 - 3,5 cm, tepi rata, ujung daun meruncing, pangkal berbentuk biji bertangkai pendek 5 - 7,5 mm, warna daun hijau gelap. Letak daun berhadapan.

Bunganya kecil berwarna putih, tersusun dalam rangkaian berupa malai/bulir menguncup, berambut menyebar dan keluar dari ketiak daun atau ujung tangkai. Buah berbentuk bulat panjang. Ada yang berbatang hitam atau hijau.

100 hari sudah subur

Dari hasil uji fitofarmaka disimpulkanbahwa gandarusa memenuhisyarat Materia Medika Indonesia. Pada uji fitokimia, dari gandarusa telah berhasil diisolasi senyawa flavonoid yang merupakan senyawa aktif sekaligus penanda kandungan tanaman itu, yakni senyawa gendarusin.

Sementara untuk uji farmakologi pendahuluan menunjukkan, antara lain, fraksi etil asetat dan n-butanol gandarusa bisa menurunkan daya gerak dan daya hidup spermatozoa manusia in vitro.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved