Kamis, 7 Mei 2026

Agar Kemampuan Merawat Pesawat Berstandar AMTO, 24 Taruna Lion Air Dididik di Poltek Batam

Politeknik (Poltek) Negeri Batam melantik taruna Batam Aero Teknik angkatan kedua, Selasa (24/4/2018) pagi.

Tayang:
tribun batam
Puluhan taruna mengikuti pelantikan untuk menjadi mahasiswa bersertifikat Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) di Poltek Negri Batam, Selasa (24/4/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Politeknik (Poltek) Negeri Batam melantik taruna Batam Aero Teknik angkatan kedua, Selasa (24/4/2018) pagi.

Sebanyak 24 taruna tersebut merupakan karyawan Lion Air angkatan ke-2. Mereka akan dididik di Poltek Batam agar memenuhi standar Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO)

Dirut Batam Aero Teknik, bagian dari Lion Air Grup, I Nyoman Rai Pering Santaya mengatakan, selama dua tahun ke depan para taruna ini akan mengikuti pendidikan di Poltek Negeri Batam.

"Ini khusus tenaga kerja kami yang sudah bergabung di Batam Aero Teknik tapi belum ada basic license (sertifikat dasar). Di Batam cuma Poltek yang baru punya jurusan Dirgantara, dengan bidang perawatannya. Masa pendidikannya sekitar setahun delapan bulan, hampir dua tahun lah," katanya, di sela-sela acara.

Sesuai dengan persyaratannya, untuk setiap angkatan memang dibatasi per kelas sebanyak 24 orang.

Baca: Gandeng Singapore Polytechnic, RistekDikti Latih 65 Dosen dari 6 Politeknik Negeri

Baca: Ciptakan Technopreneur Handal, RistekDIKTI & Singapore Polytechnic Gelar ToT Dosen Poltek Indonesia

Ini merupakan jenjang pertama bagi taruna tersebut untuk mendapatkan lisensin, sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu diploma tiga.

Menurutnya, di Indonesia untuk bidang kedirgantaraan memang masih minim sumber daya manusia yang ahli dan profesional.

Untuk itu, diperlukan dukungan dari pemerintah untuk mempermudah serta membuat regulasi yang tepat untuk mendorong industri kedirgantaraan tersebut.

"Politeknik Batam bisa jadi pioner sebenarnya, karena di Batam ada industrinya. Lalu presiden juga sekarang kan sudah mencanangkan zona-zona aviation, mudah mudahan Batam bisa untuk zona Barat. Tapi perlu juga peran pemerintah untuk menyediakan fasilitas dan mempersiapkan sdm nya," tuturnya.

Diantaranya dengan memberikan insentif biaya masuk untuk pengiriman bagian pesawat.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia baru menyediakan pendidikan untuk perawatan pesawat.

Untuk menunjang pendidikan tersebut pun, para siswa juga memerlukan logistik berupa part pesawat sebagai bahan praktek pembelajaran.

Baca: Kerjasama dengan Politeknik Batam, Bank Mandiri‎ Beri Fasilitas Biaya Pendidikan Sertifikasi AMTO

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved