Kamis, 30 April 2026

Benarkah 1 TKA akan Ciptakan 100 Lapangan Kerja Lokal? Ini Fakta dan Datanya

Menurut Wapres, satu tenaga kerja asing akan menciptakan 100 lapangan kerja lokal selain juga meningkatkan ekspor dalam negeri.

Tayang:
kompas.com/Ramdhan Triyadi Bempah
Para tenaga kerja asing asal China diamankan di Kantor Imigrasi Bogor karena diduga melanggar izin kerja, Kamis (29/12/2016). 

Klaim tenaga kerja asing merebut pekerjaan lokal

Narasi akan tenaga kerja asing yang merebut lapangan pekerjaan tampaknya menjadi kecemasan utama yang muncul dalam perdebatan di masyarakat dan di media sosial.

Salah satu infografik yang viral disebar oleh konduktor musik Addie MS yang menyatakan bahwa jumlah tenaga kerja asing di Indonesia 'hanya' 0,1 persen dari total jumlah penduduk, dibandingkan dengan Qatar (94,5 persen) dan Uni Emirat Arab (96 persen).

Sementara cuitan lain di media sosial menyatakan bahwa negara seperti Qatar dan Malaysia "tidak pernah itu teriak-teriak negaranya akan dijajah asing" karena proporsi jumlah pekerja asing mereka yang lebih besar dibanding Indonesia.

Namun, menurut Bhima Yudhistira, konteks perbandingan antara Indonesia, Malaysia, dan Qatar, itu tidak setara.

"Di negara itu kebutuhan tenaga kasarnya besar sekali karena penduduk asli tidak mau kerja di unskilled labor karena alasan gaji dan keselamatan. Di Indonesia konteksnya 60 persen angkatan kerja adalah lulusan SMP. Jadi supply pekerja kasarnya besar sekali, sementara masih ada 6,8 juta pengangguran menurut data BPS terbaru 2018," ujarnya.

"Kalau buruh kasar terutama tenaga kerja asing ilegal dan tenaga kerja asing yang satu paket dengan turnkey project masuk ke Indonesia, dampaknya akan menggerus kesempatan kerja tenaga kerja lokal. Perbandingannya jelas tidak apple to apple," kata Bhima.

Saat emak nyuruh sekolah, lu malah gitaran di pengkolan. Ada duit dikit, bukannya jd modal belajar wirausaha, malah dibuat gegayaan.

Ada tawaran kerjaan, maunya langsung jadi bos ogah gaji kecil.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Musyawarah Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pada akhir April lalu, mengatakan bahwa investasi luar negeri lewat modal dan keterampilan akan muncul jika tenaga kerja asing bisa masuk ke Indonesia.

"Apabila kita persulit tenaga ahli, ekpatriat, maka modal dan skill tidak masuk," kata Kalla.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (19/12/2017).
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (19/12/2017). (KOMPAS.com/ MOH NADLIR)

Menurutnya, satu tenaga kerja asing akan menciptakan 100 lapangan kerja lokal selain juga meningkatkan ekspor dalam negeri.

Kalla membandingkannya dengan Thailand yang juga memiliki kemudahan izin tenaga kerja asing, dan dengan jumlah tenaga kerja asing yang 10 kali lipat, ekspornya jauh melebihi Indonesia.

Benarkah klaim tersebut?

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira mengatakan bahwa klaim tersebut bisa diuji dengan sederhana.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved