Saat Kunjungan ke Cina, Menlu Inggris Justru Sebut Istrinya dari Jepang padahal Asli Cina
Saat kunjungan terjadi kekeliruan yang memalukan dan malah menjadi berita utama media setempat dan media internasional.
TRIBUNBATAM.id- Menteri Luar Negeri Inggris yang baru, Jeremy Hunt, sedang dalam kunjungan resmi ke Cina.
Sayangnya, saat kunjungan terjadi kekeliruan yang memalukan dan malah menjadi berita utama media setempat dan media internasional.
Hunt berusaha mengambil hati tuan rumah.
Dia ingin menyebutkan istrinya, Lucia Guo, yang memang berdarah Cina, sebagai orang Cina, tetapi dia justru menyebutnya sebagai "orang Jepang".
Dia kemudian memang segera memperbaiki diri dan para hadirin yang ada di ruangan langsung tertawa.
Tetapi kesalahan ini tetap menjadi berita utama dan Hunt sendiri mengatakan ini adalah sebuah "kesalahan besar".
Baca: 26 Tahun Melarikan Diri, Buronan di Cina Ini Menyerahkan Diri Karena Bokek
Baca: Viral, Kantor Bersama dengan Kepolisian Cina, Kapolres Ketapang AKBP Sunario Dicopot
Baca: Johannes Kennedy: Peran Investasi AS Jauh Lebih Kecil Ketimbang Cina di Batam
Lucia Guo dilahirkan di Xian, Cina tengah. Dia menikahi Hunt pada 2008 ketika bekerja di Warwick University, Inggris. Pasangan ini telah memiliki tiga anak.
Apa yang sebenarnya dikatakan?
Hunt sedang bertemu Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, ketika dia mengatakan dalam bahasa Inggris: "Istri saya orang Jepang - istri saya orang Cina. Maaf, itu adalah suatu kesalahan besar".
Dia menjelaskan bahwa dirinya dan Wang "berbicara dalam bahasa Jepang saat makan malam kenegaraan".
Sebelumnya dia mengatakan: "Istri saya orang Cina dan anak-anak saya setengah Cina dan jadi kami memiliki kakek-nenek orang Cina yang tinggal di Cina, serta ikatan kekeluargaan yang kuat di Cina."

Hunt, istri dan anak-anak mereka. Foto: dailymirror
Mengapa ini dipandang sebagai kesalahan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/menlu-inggris-jeremy-hunt-dan-istrinya-lucia_20180731_115410.jpg)