BATAM TERKINI

Akhirnya Dishub Batam Berikan Toleransi, 25 Meter Tidak Boleh Parkir dari Martabak Har

"Kalau dibilang alasan ekonomi melemah, tidak logis. Kita bicara logika saja jika pedagang itu sudah dikenal orang ada atau tidak tempat parkir

Akhirnya Dishub Batam Berikan Toleransi, 25 Meter Tidak Boleh Parkir dari Martabak Har
TRIBUNBATAM/DEWI HARYATI
Petugas Dishub Batam saat mau menderek mobil yang barkir di tepi jalan depan kantor BP Batam, Rabu (10/10/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Menanggapi keluhan pengusaha Nagoya perihal larangan parkir di ruas badan jalan, Dinas Perbubungan (Dishub) Kota Batam telah memberikan kelonggaran bagi pengusaha.

Khusus dari rambu lalu lintas Martabak Har menuju komplek Bumi Indah, diberikan toleransi sepanjang 25 meter tidak boleh parkir sebelum rambu-rambu lalu lintas.

"Padahal berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 bahwa setiap di bahu jalan baik dipasang rambu atau tidak, 50 meter dari rambu-rambu lalu lintas dilarang parkir walaupun tidak ada tempat parkir," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Rustam Efendi, Rabu (16/10/2018).

Rustam menegaskan 25 meter tersebut sudah tidak termasuk area ruko pengusaha. Namun, kata dia, dari rambu lalu lintas Martabak Har ke arah Komplek Graha Sulaiman kendaraan dilarang parkir di badan jalan.

"Kemudian rambu lalu lintas itu (Martabak Har) disetting menjadi kuning. Tidak lagi merah dan hijau," katanya.

Permintaan beberapa pengusaha untuk pembuatan pembatas jalan, Dishub akan membuatnya dengan bangunan beton, kurang lebih sepanjang 2 meter.

Ia juga membantah karena aturan parkir di badan jalan akan dilakukan penderekkan ini dituding sebagai pembuat perekonomian semakin melemah.

"Kalau dibilang alasan ekonomi melemah, tidak logis. Kita bicara logika saja jika pedagang itu sudah dikenal orang ada atau tidak tempat parkir pasti orang datang juga. Walaupun si pelanggan harus berjalan jauh dari area parkir yang disediakan," katanya.

Baca: Pengusaha Keluhkan Parkir di Nagoya, Begini Jawaban Dishub Batam

Baca: Tak Dikasih Tempat Parkir Tapi Dilarang Parkir Depan Ruko Sendiri, Ini Kata Para Pengusaha di Nagoya

Baca: Derek Kendaraan Parkir Sembarangan Sumbang Rp 50,3 Juta untuk PAD, Ini Penjelasan Dishub Batam

Sementara itu, perihal UU Nomor 22 tahun 2009 masih belum tabuh di masyarakat sehingga Dishub melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan memasang rambu-rambu dilarang parkir 50 meter sebelum dan sesudah rambu-rambu lalu lintas. Apabila berhenti terpaksa silahkan memasang lampu sent kendaraan.

Ditempat yang sama, anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean menegaskan seharusnya Pemerintah Kota (Pemko) Batam harus menyiapkan sarana dan prasarana, lalu melakukan suatu aksi. Khusus area Nagoya, Werton apresiasi Dishub karena memang tidak ada lagi kendaraan parkir di ruas badan jalan.

"Tetapi Dishub harus juga harus memahami pentingnya pengguna jalan bahwa memang benar-benar mereka parkir sementara," ujar Werton saat RDP di Komisi III DPRD Kota Batam bersama dengan Dishub.

Werton menambahkan seharusnya Dishub bisa membuat parkir sementara berapa lama ditempat tersebut. Misalnya hanya beberapa menit untuk keperluan sesuatu saja.

"Tujuan pemko baik tetapi jangan buat masyarakat semakin terganggu," sesalnya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved