BATAM TERKINI

Sidang Selalu Ditunda, Jaksa Tuntut Tjipta Fudjiarta Bebas dari Dakwaannya Sendiri

Setelah membaca seluruh keterangan saksi termasuk saksi ahli dan fakta persidangan, bahwa perkara ini sesungguhnya adalah wilayah perdata.

Sidang Selalu Ditunda, Jaksa Tuntut Tjipta Fudjiarta Bebas dari Dakwaannya Sendiri
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Tjipta Fudjiarta mendapat pengawalan saat mendinggalkan ruang sidang setelah dituntut JPU bebas dari semua dakwaan, Rabu (24/10/2018) 

TRIBUNBATAM. id, BATAM-Setelah lima kali ditunda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Tjipta Fudjiarta dalam perkara penggelapan saham BCC Hotel, akhirnya dibacakan Rabu (24/10/2018).

Dua JPU masing-masing jaksa Yan Elhas Zeboea dan Samsul Sitinjak membacakan tuntutan bebas terhadap Tjipta Fudjiarta.

Meski sebelumnya, berkas terdakwa P21 di tingkat Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebab sebelumnya, perkara Tjipta yang menyidik adalah Bareskrim Polri, atas laporan Conti Chandra.

Yan Elhas Zeboea dan Samsul Sitinjak saat membacakan tuntutan itu menyampaikan, setelah mempertimbangkan keterangan saksi dan fakta-fakta lain yang menyatakan bahwa perkara yang sedang disidangkan adalah perkara perdata bukan pidana.

"Setelah membaca seluruh keterangan saksi termasuk saksi ahli dan fakta persidangan, bahwa perkara ini sesungguhnya adalah wilayah perdata. Dengan demikian terdakwa tidak ada alasan untuk tidak dihukum secara pidana (bebas),'' demikian isi tuntutan  terhadap Tjipta Fudjiarta yang disampaikan JPU.

Baca: Hakim Tidak Lengkap Jadi Alasan Tuntutan JPU Terhadap Tjipta Fudjiarta Ditunda

Baca: Hingga Sidang ke 32, Tuntutan JPU Terhadap Tjipta Fudjiarta Juga Belum Siap. Apakah Besok Dibacakan?

Baca: Beberapa Kali Tuntutan Ditunda, Besok Terdakwa Tjipta Fudjiarta Kembali Disidangkan

Mendengarkan tuntutan JPU, Hakim Ketua Taufik Nainggolan serta dua anggota majelis Jasael dan Yona Lamerossa Kataren mempersilakan terdakwa menanggapi tuntutan.

''Sesuai peraturan perundang-undangan saudara terdakwa boleh memberikan pembelaan atau pledoi atas dakwaan ini,'' kata Taufik.

Kemudian, terdakwa Tjipta Fudjiarta berkonsultasi dengan pengacaranya Hendri Devitra. Setelah berkonsultasi, Tjipta Fudjiarta akan melakukan pledoi pada sidang selanjutnya.

"Saya ajukan pledoi,'' katanya.

Atas tuntutan JPU Kejaksaan Negeri Batam, pihak Conti Chandra dan keluarga yang ikut menyaksikan sidang itu sangat kecewa. Mereka mengatakan, tuntutan JPU tidak lah fair dan cenderung menciderai hukum.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved