KARIMUN TERKINI
Testimoni Mantan Pecandu Narkoba di Karimun. Mulai Kenal Narkoba Sejak SMP
Rizki sudah berpuluh tahun menjadi seorang pecandu Napza. Diawali merokok pada saat di bangku sekolah dasar
Menginjak remaja, tepatnya saat duduk di bangku SMA, Rizki bukannya bertobat, ia malah semakin dalam terjerumus. Ia mulai mengkonsumsi sabu-sabu.
Akibatnya, sekolahnya berantakan. Ia bahkan harus sampai empat kali pindah agar dapat menyelesaikan SMA-nya.
Orangtua Rizki mengetahui tindak tanduk perilaku Rizki namun tidak dapat berbuat banyak dikarenakan Rizki sering tidak pulang ke rumah.
Kebiasaan buruknya itu tidak berubah bahkan sampai ia menikah dan memiliki anak. Rizki mengaku istrinya dan anaknya mengetahui. Tidak jarang, ia mengkonsumsi di depan anaknya sendiri.
“Orangtua saya bahkan sempat menyarankan istri saya untuk tinggalkan saya saja karena kebiasaan buruk saya itu,” kata Rizki.
Nasib baik masih berpihak kepadanya, puluhan tahun menjadi pecandu, Rizki mengaku dirinya tidak pernah berurusan dengan hukum.
Namun itu dulu, kini Rizki mengaku sudah berhenti, bahkan untuk sekedar merokok, ia tidak pernah lagi.
Berkat ketabahan istrinya, Rizki kemudian memberanikan diri untuk ikut program rehabilitasi di Yayasan Rehabsos SADO Karimun.
Setahun belakangan ini, Rizki semakin aktif. Bahkan bukan untuk dirinya saja, Rizki kerap mengajak teman-temannya yang untuk bergabung dan rehab.
“Keinginan untuk berhenti itu sudah ada cukup lama, saya sudah merasa bosan tapi saya tidak tahu harus ngapain, ke mana? Istri saya kemudian berinisiatif melapor ke Yayasan Rehabsos SADO. Alhamudillah, setahun belakangan ini saya sudah berhenti, merokok pun sekarang tidak lagi,” katanya.
Ia mengakui bukan perkara mudah pada awalnya untuk rehabilitasi tapi keinginannya yang kuat demi keluarga dan anak-anaknya, Rizki akhirnya memberanikan diri dan berhasil.
“Pesan saya kepada para pemakai di luar sana, ayo rehab. Jadi pemakai itu tidak ada gunanya. Kalau mau dibilang hebat, gaul. Lihat saya, saya sudah puluhan tahun jadi pecandu tapi semuanya tidak ada gunanya. Lebih baik berhenti sekarang, di saat masih ada kesempatan. Nanti masuk penjara, baru menyesal,” ujar Rizki.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rehabsos SADO Karimun, Linda Therecia mengatakan pihaknya sengaja menghadirkan Rizki untuk memperdengarkan kesaksiannya tentang bahaya penyalahgunaan Napza.
Acara sosialisasi tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang berasal dari ibu-ibu kader PKK se Pulau Karimun Besar.
“Sengaja kami undang ibu-ibu PKK karena mereka adalah orang lapangan, agar pesan bahaya napza dapat tersampaikan ke tengah-tengah masyarakat,” kata Linda.
Yayasan Rehabsos SADO Karimun juga mengundang tiga pemateri diantaranya Kabid Rehabsos Dinas Sosial Pemkab Karimun, Pandawa, Ketua Yayasan Rehabsos SADO, Robertus Roy Tenggara dan Linda Therecia dari Yayasan Rehabsos SADO Karimun.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Pemkab Karimun, Syafruddin dan Sekretaris Kesbangpol Setkab Karimun, Rizal Aidi. (yah)