ISIS Akui Lakukan Penembakan Massal di Pasar Natal Strasbourg Perancis

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab dalam penembakan massal di Pasar Natal Strasbourg, Perancis, pada Selasa (11/12/2018)

ISIS Akui Lakukan Penembakan Massal di Pasar Natal Strasbourg Perancis
AFP/Frederick Florin/Kompas.com
Mobil polisi berpatroli di jalanan Strasbourg, Perancis timur, setelah penembakan pada Selasa (11/12/2018) malam. 

TRIBUNBATAM.id, STRASBOURG - Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) mengklaim bertanggung jawab dalam penembakan massal di Pasar Natal Strasbourg, Perancis, pada Selasa (11/12/2018).

Melalui lembaga propagandanya Amaq dilansir AFP Kamis (13/12/2018), ISIS menyatakan pelaku penembakan yang bernama Cherif Chekatt merupakan salah satu tentaranya.

"Tentara kami melakukan operasi menanggapi seruan untuk menargetkan warga dari koalisi yang memerangi kami," demikian pernyataan ISIS yang diunggah ke Twitter.

Koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan kepada ISIS pada 2014, dan melatih milisi lain untuk melumpuhkan kelompok itu.

Sebelumnya, Chekatt menyerang pasar natal di dekat Place Kleber yang menjadi atraksi pariwisata Selasa pukul 20.00 waktu setempat.

Baca: Terjebak Baku Tembak 16 Jam, Simak 7 Kisah Jimmy yang Lolos dari Pembantaian KKB di Papua

Baca: Longsor di Jalur Sitinjau Laut Padang Sumbar, Bus Family Raya Terseret ke Jurang

Baca: Kondisi Terkini Paska-Jembatan Ambruk, Pakai Jembatan Darurat Jalur Padang-Bukittinggi Bisa Dilalui

Baca: Hasil Seleksi CPNS Kemenkumham 2018 Tetap Diumumkan Kamis Malam. Lihat DI SINI

Tiga orang tewas dalam insiden itu, termasuk turis Thailand yang diidentifikasi oleh kedutaan besar di Paris bernama Anupong Suebsamarn (45).

Saat dia berusaha melarikan diri, dia bertemu empat tentara dan sempat terjadi baku tembak di mana salah satu tentara berhasil melukainya di lengan.

Chekatt segera menghentikan taksi terdekat, dan berkata kepada si sopir untuk menurunkannya di kantor polisi. Dia menembaki kantor itu sebelum melarikan diri.

Keberadaannya ditemukan tiga polisi yang bertugas di rue du Lazaret, kawasan Neudorf, Kamis pukul 21.00 waktu setempat.

Saat didekati, pria berusia 29 tahun itu langsung melepaskan tembakan kepada polisi dan langsung dibalas yang kemudian menewaskannya.

Chekatt dilaporkan mempunyai catatan 27 perbuatan kriminal di Perancis, Jerman, dan Swiss, serta menjadi radikal selama dalam penjara.

Dia masuk ke dalam daftar "S", yang artinya berpotensi menjadi ekstremis, dan sudah berada dalam pantauan polisi sejak 2015.

Selain menembak mati Chekatt, polisi juga menangkap lima orang, termasuk di antaranya orangtua Chekatt dan dua saudara laki-lakinya. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "ISIS Klaim Pelaku Penembakan Pasar Natal Strasbourg adalah Tentaranya"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved