Terjebak Baku Tembak 16 Jam, Simak 7 Kisah Jimmy yang Lolos dari Pembantaian KKB di Papua
Jimmy Rajagukguk yang berhasil lolos dari pembantaian KKB di Kabupaten Nduga, Papua, masih belum bisa melupakan pengalamannya tersebut.
TRIBUNBATAM.id - Jimmy Rajagukguk (Aritonang) yang berhasil lolos dari pembantaian KKB di Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (1/12/2018) masih belum bisa melupakan pengalamannya tersebut.
Bau mesiu saat senjata api anggota KKB memberondong rekan-rekannya di Puncak Kabo, jeritan minta tolong hingga ucapan doa kepada Sang Khalik mohon keselamatan seakan melekat di benak Jimmy.
Jimmy masih bisa merasakan detak jantungnya semakin kencang saat dirinya dan belasan rekan kerjanya digiring menuju Puncak Kabo, untuk dibantai.
Jimmy selamat dari tembakan dan kejaran anggota KKB.
Trauma masih terlihat di wajah Jimmy, namun dirinya bersedia membagikan kisah hidup yang tak akan pernah dia lupakan.
Baca: Longsor di Jalur Sitinjau Laut Padang Sumbar, Bus Family Raya Terseret ke Jurang
Baca: Hasil Liga Europa MOL Vidi vs Chelsea - Ditahan Imbang Vidi, Chelsea Tetap Juara Grup L Liga Europa
Baca: Kondisi Terkini Paska-Jembatan Ambruk, Pakai Jembatan Darurat Jalur Padang-Bukittinggi Bisa Dilalui
Baca: Hasil Seleksi CPNS Kemenkumham 2018 Tetap Diumumkan Kamis Malam. Lihat DI SINI
Berikut ini sejumlah kisah Jimmy, korban selamat dari serangan KKB di Nduga:
1. Awal tragedi, KKB datang sandera pekerja
Pada hari itu, sekitar belasan orang pegawai PT Istaka Karya berada di dalam salah satu ruangan kantor tengah berkumpul sambil bermain kartu domino untuk menghabiskan waktu istirahat sekitar pukul 15.00 WIT.
Tiba-tiba beberapa anggota KKB datang dengan membawa senjata api dan senjata tajam mendobrak pintu kantor dan kamar kamp tempat Jimmy bekerja.
Saat itu, para pekerja sempat menolak membukakan pintu. Beberapa pekerja sempat melawan, namun gagal.
Akhirnya, 24 pegawai PT Istaka dan 1 pegawai PUPR dikumpulkan.
“Lalu kami dikumpulkan dan disuruh berbaris. Tak hanya itu mereka meminta kami membuka baju dan merampas telepon, dompet dan uang milik kami,” katanya Jimmy.
Saat itu, KKB meminta para pekerja menghubungi pimpinan kamp pekerja, yaitu Jonny Arung.
2. Jalan menuju Puncak Kabo yang mencekam
Jimmy mengatakan, KKB memaksa para pekerja melepas baju dan sepatu. Lalu mereka digiring keluar kamp untuk dibawa ke Puncak Kabo.