Terjebak Baku Tembak 16 Jam, Simak 7 Kisah Jimmy yang Lolos dari Pembantaian KKB di Papua

Jimmy Rajagukguk yang berhasil lolos dari pembantaian KKB di Kabupaten Nduga, Papua, masih belum bisa melupakan pengalamannya tersebut.

Terjebak Baku Tembak 16 Jam, Simak 7 Kisah Jimmy yang Lolos dari Pembantaian KKB di Papua
ISTIMEWA
Jimmi Aritonang (baju hitam) salah satu pekerja pembangunan jembatan yang berhasil dievakuasi ke Wamena dan Muhammad Agus. 

Akhirnya, 24 pegawai PT Istaka dan 1 pegawai PUPR dikumpulkan.

“Lalu kami dikumpulkan dan disuruh berbaris. Tak hanya itu mereka meminta kami membuka baju dan merampas telepon, dompet dan uang milik kami,” katanya Jimmy.

Saat itu, KKB meminta para pekerja menghubungi pimpinan kamp pekerja, yaitu Jonny Arung.

2. Jalan menuju Puncak Kabo yang mencekam

Jimmy mengatakan, KKB memaksa para pekerja melepas baju dan sepatu. Lalu mereka digiring keluar kamp untuk dibawa ke Puncak Kabo.

“Awalnya kami akan ke Puncak Kabo. Namun, setelah kira-kira 2 jam berjalan kaki, KKB ini meminta berhenti dan mengikat kami semua. Katanya mereka menunggu bos kami Jonny Arung (korban yang saat ini belum ditemukan). Jonny adalah bos kami di lapangan. Dia juga bagian Humas di PT Istaka Karya,” kata Jimmy.

Saat itu terlihat seorang pendeta dan dua warga setempat datang ke lokasi upacara adat bakar batu untuk menemui para kelompok KKB. Pendeta dan warga tersebut meminta KKB melepaskan seluruh karyawan PT Istaka Karya.

“Saat itu mereka enggan melepaskan kami dan meminta kepada pendeta dan dua orang anggota masyarakat agar bos datang. Kalau ia datang, kami lepaskan mereka. Lalu pendeta bersama masyarakat itu pergi meninggalkan kami,” ungkapnya.

Setelah 2 jam menunggu, Jonny Arung tak kunjung datang. Akhirnya KKB melepaskan ikatan dan memaksa para pekerja masuk ke kamp di wilayah Karunggame.

3. Hari pembantaian, korban dipaksa mengaku anggota TNI

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved