Terjebak Baku Tembak 16 Jam, Simak 7 Kisah Jimmy yang Lolos dari Pembantaian KKB di Papua

Jimmy Rajagukguk yang berhasil lolos dari pembantaian KKB di Kabupaten Nduga, Papua, masih belum bisa melupakan pengalamannya tersebut.

ISTIMEWA
Jimmi Aritonang (baju hitam) salah satu pekerja pembangunan jembatan yang berhasil dievakuasi ke Wamena dan Muhammad Agus. 

“Awalnya kami akan ke Puncak Kabo. Namun, setelah kira-kira 2 jam berjalan kaki, KKB ini meminta berhenti dan mengikat kami semua. Katanya mereka menunggu bos kami Jonny Arung (korban yang saat ini belum ditemukan). Jonny adalah bos kami di lapangan. Dia juga bagian Humas di PT Istaka Karya,” kata Jimmy.

Saat itu terlihat seorang pendeta dan dua warga setempat datang ke lokasi upacara adat bakar batu untuk menemui para kelompok KKB. Pendeta dan warga tersebut meminta KKB melepaskan seluruh karyawan PT Istaka Karya.

“Saat itu mereka enggan melepaskan kami dan meminta kepada pendeta dan dua orang anggota masyarakat agar bos datang. Kalau ia datang, kami lepaskan mereka. Lalu pendeta bersama masyarakat itu pergi meninggalkan kami,” ungkapnya.

Setelah 2 jam menunggu, Jonny Arung tak kunjung datang. Akhirnya KKB melepaskan ikatan dan memaksa para pekerja masuk ke kamp di wilayah Karunggame.

3. Hari pembantaian, korban dipaksa mengaku anggota TNI

Sesampainya di Puncak Kabo, para pekerja yang sudah kelelahan dan ketakutan akhirnya dikumpulkan. Lalu anggota KKB melakukan perbuatan keji yang tak pernah pekerja duga.

“Jadi mereka membawa alat kamera untuk merekam. Ada tiga orang teman kami diminta mengaku sebagai anggota TNI yang berasal dari satuan Kopassus, BIN dan Bais. Saya secara pribadi tidak tahu maksud mereka. Di Puncak Kabo kami ketakutan, disiksa dan hanya bisa berdoa agar Tuhan melindungi kami,” kata Jimmy.

Tak lama dari perekaman video itu, ungkap Jimmy, mereka dijadikan satu dan ditembak dengan jarak kurang lebih 2 meter dengan menggunakan 6 pucuk senjata laras panjang dan 3 buah pistol.

Setelah itu, masih dengan senjata yang sama, para anggota KKB memberondong ke arah para pekerja sambil melakukan tarian.

“Senjata itu digunakan untuk menembak kami. Ada tari-tarian yang mereka lakukan. Lalu mereka menembak sambil mengelilingi dan menari. Saat itu, tembakan mereka jadi tidak terarah dan ada di antara kami yang tidak kena tembak, termasuk saya. Namun, kami semua pura-pura mati,” kata Jimmy.

4. Mencari selamat di dalam pohon besar yang tumbang

Jimmy melihat dengan mata kepala sendiri beberapa rekannya tumbang setelah diterjang peluru.

Jimmy luput dari tembakan, namun dirinya memilih untuk berpura-pura mati. Cara itu ternyata jitu. KKB tidak menyadari dirinya masih hidup.

Setelah menunggu beberapa saat, Jimmy pun bangkit dan ternyata sejumlah temannya masih hidup. Mereka pun segera memutuskan untuk berlari mencari bantuan.

Sayangnya, sejumlah anggota KKB melihat para pekerja masih hidup dan melarikan diri, termasuk Jimmy. Sejumlah pekerja berhasil ditangkap kembali, dan dieksekusi oleh KKB.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved