Terjebak Baku Tembak 16 Jam, Simak 7 Kisah Jimmy yang Lolos dari Pembantaian KKB di Papua

Jimmy Rajagukguk yang berhasil lolos dari pembantaian KKB di Kabupaten Nduga, Papua, masih belum bisa melupakan pengalamannya tersebut.

ISTIMEWA
Jimmi Aritonang (baju hitam) salah satu pekerja pembangunan jembatan yang berhasil dievakuasi ke Wamena dan Muhammad Agus. 

“Jadi kami berhasil menemukan tim evakuasi dari aparat TNI dan Polri dengan 24 kendaraan mobil. Saat itu kami pun diajak kembali ke Pos TNI Mbua,” pungkasnya.

7. Teringat nasib rekan-rekannya di Puncak Kabo

Setelah tiba di Pos TNI Mbua bersama pasukan penyelamat, Jimmy lalu menceritakan kronologi dari penyanderaan di kamp pekerja hinga eksekusi massal di Puncak Kabo. Saat itu, Jimmy bersedia membantu aparat untuk kembali ke Puncak Kabo dan melihat kondisi rekan-rekannya.

“Sebenarnya saya takut. Tapi saat dalam proses pelarian. Saya teringat dengan para korban meninggal, seperti tiga orang terakhir yang saya lihat mati. Itu sangat jauh lokasinya dan juga almarhum Hutagaol yang terpaksa saya tinggal karena tak bisa lagi berjalan, akibat kakinya tertembak,” katanya.

Namun, setelah mendapat informasi salah satu anggota terkena tembakan, Jimmy batal dilibatkan dalam misi evakuasi tersebut. Pada tanggal 4 Desember 2018 sekitar pukul 17.55 WIT, Jimmy Rajagukguk bersama 11 warga sipil lainnya dievakuasi dengan menggunakan helikopter MI 17 milik TNI dari Distrik Mbua menuju ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Setelah dievakuasi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, kemudian Jimmy Rajagukguk di evakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika dan kini ia berada di Sentani, Kabupaten Jayapura. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Kisah Jimmy Lolos dari Tragedi di Nduga Papua, Dua Kali Tertangkap KKB hingga 16 Jam Terjebak Baku Tembak "

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved