Terjebak Baku Tembak 16 Jam, Simak 7 Kisah Jimmy yang Lolos dari Pembantaian KKB di Papua

Jimmy Rajagukguk yang berhasil lolos dari pembantaian KKB di Kabupaten Nduga, Papua, masih belum bisa melupakan pengalamannya tersebut.

ISTIMEWA
Jimmi Aritonang (baju hitam) salah satu pekerja pembangunan jembatan yang berhasil dievakuasi ke Wamena dan Muhammad Agus. 

Dalam pelariannya, Jimmy sempat bertemu dengan 3 rekannya. Namun, saat mereka mengetahui KKB masih mengejar mereka, Jimmy pun terpisah.

Jimmy waktu itu bersembunyi di dalam sebuah pohon besar yang telah tumbang. Saat itu Jimmy mendengar suara rekannya dieksekusi oleh KKB.

5. Mama Papua dan pendeta selamatkan Jimmy

Setelah berjalan di lebatnya hutan agar tidak terkejar oleh KKB, akhirnya Jimmy sampai ke wilayah Dall. Jimmy sempat lega ketika bertemu dengan warga setempat.

Namun, beberapa anggota KKB sudah terlebih dahulu di Dall. Jimmy pun hanya bisa pasrah saat anggota KKB tersebut menangkapnya lagi.

Saat harapan hidupnya menipis, seorang ibu datang dan memberinya pakaian dan makanan. Setelah memberinya pakaian dan makanan, mama tersebut pergi ke gereja dan memanggil pendeta.

“Saat itu mereka dengan menggunakan bahasa daerah, melakukan negosiasi agar saya tidak dibunuh. Kemudian tak lama berselang, pendeta itu berkata, 'Ayo om kita pergi dan jangan lanjutkan lagi makannya'. Lalu kami pergi,” kata Jimmy mengingat perkataan pendeta itu.

Jimmy akhirnya diantar ke Pos TNI di Mbua oleh pendeta tersebut. Jimmy sempat bernafas lega.

Nyawanya masih bisa diselamatkan. Namun rasa lega Jimmy buyar setelah Pos TNI di Mbua diserang oleh KKB yang mengejarnya.

Satu prajurit tewas terkena tembakan. Jimmy terjebak dalam baku tembak selama kurang lebih 16 jam.

6. Mengungsi dalam gelap dan bertemu tim penyelamat

Usai baku tembak selama 16 jam yang menewaskan Serda Handoko, komandan Pos TNI Mbua memerintahkan semua orang di pos untuk mengungsi. Jenazah Serda Handoko turut dibawa, termasuk semua amunisi milik TNI.

“Kemungkinan sekitar jam 11 malam kami meninggalkan pos. Saat itu kami membantu anggota TNI membawa barang-barang mereka seperti amunisi. Karena TNI tidak ingin ada amunisi yang tertinggal. Sedangkan anggota membawa senjata. Jadi kami membantu,” katanya.

Sebanyak 22 prajurit, empat pekerja dan beberapa warga sipil menyusuri gelapnya hutan.

Sesekali mereka bersembunyi saat melihat cahaya senter dari anggota KKB yang masih mencari mereka. Lalu pada tanggal 4 Desember 2018, sekitar pukul 15.00 WIT, rombongan Jimmy dan pasukan dari Pos TNI Mbua berhasil bertemu rombongan tim penyelamat berjumlah 150 orang dari TNI dan Polri.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved