KARIMUN TERKINI

Ratusan Karyawan Tambang Hendak Datangi Kantor Bupati Karimun Namun Dicegah Polisi. Ini Sebabnya!

Hal itu diduga disebabkan oleh kondisi yang tak menentu di dalam perusahaan serta adanya kabar perusahaan asal Singapura itu akan dijual

Ratusan Karyawan Tambang Hendak Datangi Kantor Bupati Karimun Namun Dicegah Polisi. Ini Sebabnya!
RACHTA YAHYA
Karyawan PT KDH Karimun berbicara dengan aparat kepolisian saat gagal mendatangi kantor Bupati Karimun, Selasa (18/12/2018). TRIBUN BATAM/YAHYA 

Berdasarkan informasi yang ia terima, Fajar mengatakan, pekerja PT KDH itu bukan untuk melakukan aksi unjukrasa melainkan hanya menyampaikan curahan hati mereka perihal kondisi perusahaan tambang granite tersbeut ke kepala daerah.

Fajar mengaku bisa memahami kegelisahan yang tengah dirasakan karyawan PT KDH tersebut.

Hal itu diduga disebabkan oleh kondisi yang tak menentu di dalam perusahaan serta adanya kabar perusahaan asal Singapura itu akan dijual.

Pada 21 Desember ini, juga dikabarkan tunda bayar utang yang diajukan PT KDH ke Pengadilan Niaga Medan, habis.

Beberapa waktu lalu, PT KDH juga dikabarkan membayar gaji karyawannya dengan cara dicicil.

"Kami juga salah satu pihak yang mengajukan permintaan pembayaran pesangon 61 karyawan yang dipecat secara tidak sah oleh PT KDH dan itu sudah diakui Mahkamah Agung. Nilainya sekitar Rp 1,2 miliar dan sejak dua tahun lalu sampai sekarang belum juga dilaksanakan PT KDH," kata Fajar.

Belum ada tanggapan dari pihak kepolisian perihal kabar tersebut. Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto beberapa kali dihubungi melalui ponselnya namun tidak mengangkat. (*)

* Selengkapnya Baca Harian Pagi Tribun Batam, Edisi Rabu, 19 Desember 2018

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved