TSUNAMI SELAT SUNDA

Benarkah Tsunami Selat Sunda Dipicu Erupsi Anak Krakatau? Ini Kata Ahli Vulkanologi & Ulasan PVMBG

PVMBG belum dapat menyimpulkan pemicu tsunami yang terjadi di Perairan Selat Sunda karena aktivitas Gunung Anak Krakatau

Benarkah Tsunami Selat Sunda Dipicu Erupsi Anak Krakatau? Ini Kata Ahli Vulkanologi & Ulasan PVMBG
twitter/@usa_hakase
Gunung Anak Krakatau dan ilustrasi dari Shizuoka University 

"Sejauh ini pernah terjadi di Krakatau itu pada tahun 1883. Salah satunya longsoran tubuh Gunung Krakatau itu. Besaran longsoran itu mungkin harus di atas VEI atau volcano eruption indeks-nya 6. Di Indonesia salah satunya yang satu itu ya tahun 1883 itu. Krakatau-nya yang longsor. Saat itu Krakatau ada tubuhnya juga terus hancur, kemudian tumbuh lagi dia," jelas Wawan.

Saat ini, tim PVMBG bertolak ke lokasi kejadian untuk mengecek langsung ke lapangan, memastikan apakah tsunami tersebut karena letusan Gunung Anak Krakatau atau ada pemicu lainnya seperti longsoran.

"Saat ini coba cek ke lapangan apakah betul pasang laut tsunami itu karena letusan Krakatau atau ada longsoran," kata dia.

Kasubid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG Ahmad Solihin menilai, erupsi atau letusan Gunung Anak Krakatau sangat kecil kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.

"Kalau dari erupsi atau letusannya itu kemungkinan tidak sampai menimbulkan tsunami karena dari pantauan seismiknya juga erupsinya strombolian, itu seperti lontaran (semburan) lava pijar kayak air mancur tapi lava. Jadi kemungkinan kecil ini," ujar Ahmad Solihin.

Meski demikian, lanjut Solihin, ada dugaan longsoran material di dalam air yang memicu peristiwa itu. Namun hal ini juga masih perlu didalami dan diselidiki.

"Dugaan sementara atau probabilitasnnya paling besar longsoran atau enggak longsoran di lokasi lain karena kita belum tahu itu. Atau mungkin juga dari badai semalam bisa menyebabkan itu, jadi dari faktor cuaca. Cuma itu mungkin bukan ranah kami," ujar Solihin.

Menyoal dakwaan pada Anak Krakatau

Tsunami melanda Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.27 WIB. Sekitar 222 orang tewas, termasuk pemain bass Seventeen dan istri komedian Ade Jigo.

Bagi ilmu pengetahuan, tsunami meninggalkan teka-teki.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved