Sebut SBY Seperti Serangga, Waketum Gerindra Minta Demokrat Keluar dari Koalisi, Singgung Hambalang

Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur, ya. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla-mencle

Sebut SBY Seperti Serangga, Waketum Gerindra Minta Demokrat Keluar dari Koalisi, Singgung Hambalang
Kompas Image
Arief Puoyono, Waketum Partai Gerindra 

Justru, kata Arief, masuknya Demokrat dalam koalisi malah membuat suara paslon 02, menurun.

"Monggo keluar aja deh, wong nggak ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo-Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara lho," ucap Arief Puyono.

Ia juga menduga, sikap Demokrat yang 'mencla mencle' itu lantaran sudah memdapat jaminan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Salah satunya kasus megaproyek Hambalang.

"Saya tahu kok kenapa kayak undur-undur, maklum belum clear jaminan hukum dari Kangmas Joko Widodo bagi keluarga SBY yang diduga banyak terlibat kasus korupsi, kayak kasus korupsi proyek Hambalang. Tapi saya yakin Kangmas Joko Widodo tidak akan pernah menjamin kalau keluarga SBY nggak akan diproses hukum oleh KPK ya," papar Arief Poyuono.

"Sebab Kangmas itu selama ini jelas sangat mendukung pemberantasan korupsi. Dan saya yakin nasibnya Demokrat akan seperti kayak tokoh aswatama setelàh Perang Bharatayudha, nggak diterima di mana-mana dan nanti juga oleh koalisi parpolnya Ibu Mega akan ditolak masuk koalisi dan nggak ada yang mau koalisi sama Demokrat tuh," sambungnya.

AHY Kunjungi Jokowi

Isu mulai rektaknya koalisi Adil Makmur berawal dari perintah SBY untuk menarik elite-nya dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga saat adanya rencana deklarasi kemenangan di Monas.

SBY meminta kepada kader dan elit Demokrat untuk tidak melakukan gerakan yang inskonstitusional.

Enggan Bicara Masalah Arah Koalisi Kedepan, AHY Lebih Memilih Membahas Pertemuannya Dengan Jokowi
Agus yang juga merupakan Komandan Kogasma Partai Demokrat memang tidak mau menjawab ketika disinggung kemungkinan Partai Demokrat akan bergabung bersama partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.

AHY yang bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka secara tertutup, lebih senang membicarakan hasil pertemuan yang berlangsung sekitar 20 menit sejak pukul 16.25 WIB.

"Alhamdulillah karena sore hari ini bisa memenuhi undangan bapak Presiden Jokowi untuk berbincang-bincang di Istana Merdeka," ujar AHY di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/5/2019).
Meskipun AHY mengaku tidak membahas koalisi, namun Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui, pertemuan Presiden Jokowi dengan AHY sebagai upaya merangkul Demokrat masuk dalam koalisi.
Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved