Breaking News:

Miris, 25 Tahun Tinggal di Gubuk 2x3 Meter, Nenek Sainimah tak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Nenek 65 tahun bernama Sainimah harus banting tulang untuk menyambung hidup Sejak ditinggal sang suami tiga tahun silam, kehidupan Nenek Sainimah kia

Editor: Eko Setiawan
Reigan
Rumah Sainimah, warga Desa Babat Kecamatan Penukal menjadi satu potret warga miskin di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 

Penghasilannya tidak tetap.

Teerkadang dirinya mendapat Rp 150.000/minggu, itupun kalau harga getah karet sedang meningkat.

Namun jika harga karet jatuh, terkadang penghasilan nenek Sainimah dibawah Rp 100.000/minggu.

Saat hingar bingar pesta demokrasi yang lalu, nenek Sainimah bahkan sama sekali tak pernah dilirik partai politik atau Caleg apalagi Capres yang sibuk mencari suara.

Bos SPBU Hartono Sugimin Dirampok, Pelaku Ternyata Orang Dekat yang Sudah Lama Kerja Dengannya

Penjual dan Pembeli di Pasar Langsa Melarikan Diri, Digerebek Saat Asyik Makan Siang di Bulan Puasa

DPD REI Batam Dorong Penyediaan Rumah Murah, Gelar Dialog Sekaligus Penyerahan Bingkisan Ramadan

Bagi dirinya, politik tidak ada pengaruh bagi kehidupannya, yang dia takutkan saat ini adalah usianya yang semakin senja dan jatuh sakit.

Tentunya dia tidak bisa mengais rezeki lagi dan ditakutkan tidak ada orang peduli untuk merawatnya.

Diakuinya bahwa yang dia harapkan dan selalu dipinta saat berdoa adalah selalu diberi kesehatan, ataupun apabila Tuhan akan mencabut nyawanya, janganlah diberi sakit terlebih dahulu agar tidak ada orang yang ikut susah dengan kondisinya.

"Aku sudah terbiasa seperti ini, harapan untuk memperbaiki kehidupan sudah punah, apalagi harus minta-minta bantuan dari pemerintah, kalaupun ada perhatian dari pemerintah, kenapa tidak diberikan sejak dari dulu."

"Hanya satu permintaan aku dengan Tuhan adalah kesehatan dan aku tidak ingin menyusahkan orang lain, biarlah aku miskin dan menanggung beban hidup seorang diri," tukasnya dengan tatapan mata kosong.

Kemiskinan yang mendera nenek Sainimah di Desa Babat rupanya juga dialami Ajamudin (35) yang tinggal di sebuah gubuk yang nyaris roboh bersama sang istri, Santi (25).

Kondisi rumah Ajamudin lebih parah dari kediaman nenek Sainimah.

Dinding bangunan dan atapnya yang terbuat dari daun ilalang telah lapuk dan sudah jauh tidak layak huni.

Bantuan pemerintah, tak satupun belum menyentuhnya, padahal kondisi keluarga itu sangat memprihatinkan.

Kepala Desa Babat Arka Nurawi membenarkan bahwa kedua keluarga tersebut memang tidak pernah menerima bantuan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved