Kamis, 21 Mei 2026

BATAM TERKINI

Butuh Dana Rp 9,3 Miliar, Pemilik Eastern Glory Siap Perbaiki Kerusakan Jembatan II Barelang

Pemilik kapal tanker Eastern Glory mengaku siap memperbaiki kerusakan Jembatan II Barelang yang ditabrak kapal miliknya. Diperkirakan butuh Rp 9,3 m.

Tayang:
Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Kapal Eastern Glory menabrak jembatan dua Barelang, Rabu (23/1/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jembatan II Barelang atau Jembatan Nara Singa II akan segera diperbaiki dalam waktu dekat.

Sebelumnya, pada Januari lalu kapal tanker Eastern Glory menabrak Jembatan II Barelang dan berakibat pada kerusakan di beberapa sisi jembatan.

Kasus ini sempat ramai diberitakan kala itu.

"Untuk perbaikan Jembatan II, alhamdulillah akan segera dilakukan. Pemilik kapal sudah sanggup dan bersedia memperbaiki," kata Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana Badan Pengusahaan (BP) Batam, Herawan dalam konferensi persnya, Senin (20/5) di Marketing Center BP Batam.

Pelaksana perbaikan Jembatan II Barelang akan dilakukan PT PSL.

Herawan mengatakan, perusahaan ini sebelumnya juga terlibat pembangunan beberapa jembatan di Barelang.

Beberapa hari lalu, antara pemilik kapal dan PT PSL sudah melakukan penandatanganan kontrak untuk perbaikan Jembatan II Barelang.

"Perbaikannya dilakukan dalam waktu dekat. Sebelum itu, kita akan rapat dulu dengan pihak-pihak terkait," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massa BP Batam, Boy Zasmita mengatakan, perbaikan Jembatan II Barelang diperkirakan membutuhkan waktu 4 bulan.

Saat perbaikan nanti, akan ada penutupan di salah satu sisi jalur jalan.

Suami Istri Diserang di Rumah, Feri Berlumuran Darah Coba Kejar Pembunuh Istrinya

Kepala BP Batam Segera Revisi Perka Terkait Aturan Pencabutan Fasilitas Cukai Rokok dan Mikol

Cukai Rokok Senilai Rp 1 Triliun Lolos

Diduga Sebarkan Kebencian dan Ajakan Ikut Aksi 22 Mei Lewat Facebook, Oknum Pilot Dibekuk Polisi

"Karena sisi yang terdampak salah satu saja, sisi kanan kalau dari arah Batam ke Barelang, akan dilakukan penutupan jalan tapi tak total, sesuai pekerjaan. Kita pakai satu jalur saja," kata Boy.

Ia melanjutkan, perbaikan kerusakan jembatan baru bisa dilakukan saat ini. Lantaran ada beberapa proses yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Mulai dari investigasi segala kerusakan yang timbul di Jembatan II Barelang oleh tim ahli.

Investigasi melibatkan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dari hasil investigasi, ada kerusakan di pondasi, box girder badan jembatan.

Ketahanan Jembatan II Barelang sendiri saat pertama kali dibangun, ditargetkan untuk umur 100 tahun. Sehingga perlu ada upaya perbaikan terhadap jembatan, agar ketahanannya sesuai rencana awal. Kementerian PU PR, KKJTJ, dan BP Batam akan mengawasi saat pelaksanaan perbaikan kerusakan jembatan nanti.

"Total biaya perbaikan dan investigasi senilai 900 ribu dolar Singapura, atau setara Rp 9,3 miliar," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa-kapal menabrak Jembatan Barelang, BP Batam dan Kementerian PU PR juga sedang memikirkan langkah preventif, berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Diantaranya dengan mengubah atau menambah klausul dalam Standar Operational Procedure (SOP) kapal, kedua, memberikan bangunan penanda dan pengaman kondisi jembatan.

"Untuk pengaman jembatan, biayanya lumayan mahal, kita siapkan konsultan untuk itu. Intinya pemerintah berupaya mencari solusi ke depan, supaya tak terulang (tabrakan jembatan) lagi," kata Boy. (tribunbatam.id/dewiharyati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved