Bocah Terseret Arus Drainase di Batam, Ibunya Ikut Cari Sambil Menangis

Budi, seorang pedagang gorengan misalnya mengatakan lokasi bayi itu terseret sekitar jembatan menuju Lytech Home Centre Kota Batam.

Bocah Terseret Arus Drainase di Batam, Ibunya Ikut Cari Sambil Menangis
TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara
Lokasi bocah terseret arus drainase di kawasan Gelael Kota Batam Provinsi Kepri, Selasa 918/6/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Kota Batam,Provinsi Kepri mendadak heboh, Selasa (18/6/2019) dini hari.

Warga dikagetkan dengan kabar seorang bocah yang tewas akibat terseret saluran drainase.

Budi, seorang pedagang gorengan misalnya mengatakan lokasi bayi itu terseret sekitar jembatan menuju Lytech Home Centre Kota Batam.

Budi menjelaskan, peristiwa ini telah membuat beberapa warga berkumpul sejak kemarin sore di sekitar jembatan untuk mencari bocah tersebut.

"Dari jam 6 sore kemarin sudah ramai di sini (jembatan Lytech). Pas saya buka warung jam 5 subuh tadi juga masih ramai, cuma sedikit bergeser ke arah kolam pancing sekitar Lytech," terangnya.

Sidang ke-2 Gugatan Sengketa Pilpres, Ketua KPU: Kami Fokus Tanggapi Empat Hal Ini, Apa Saja?

Gaji ke-13 Untuk Seluruh PNS Akan Cair 1 Juli Nanti, Intip Besaran Gaji PNS Setiap Golongan di Sini

Sidang ke-2 Gugatan Sengketa Pilpres, Kuasa Hukum KPU: Link Berita Tidak Sah sebagai Alat Bukti

Pengacara TKN Jokowi - Maruf Sangsi Tim Hukum BPN Bisa Buktikan Permohonannya: Gali Kubur Sendiri

Menurut Budi, kedua orang tua bocah yang bernama Diwa tersebut juga turut hadir sejak kemarin sore untuk membantu proses pencarian.

Dengan deraian air mata, kedua orangtuanya tetap mencari walau pihak berwajib belum tiba di lokasi.

"Kasihan ibunya nangis terus. Tapi saat itu, setahu saya polisi belum datang. Cuma pas datang, sudah ramai saja dengan tim Basarnas juga itu," ujarnya lagi.

Tak hanya itu, menurut Budi, ibu korban juga sempat menceritakan kronologi anaknya tersebut kepada beberapa warga yang ikut membantu proses pencarian.

Menurut pengakuan ibunya, Diwa diperkirakan telah hilang sejak kemarin, Senin (17/6/2019), pukul 14.00 WIB.

"Ibunya bilang dia hanyut di dekat parit Gereja Biru Sei Panas. Yang lokasinya tak jauh dari Bank Riau Kepri itu," papar Budi.

Tak hanya Budi, Edo, seorang petugas kebersihan Lytech Home Centre juga mengaku kaget mendengar kabar tewasnya seorang bocah akibat terseret arus drainase.

Edo menuturkan, mulanya, dia dan kawan-kawan mengira pihak kepolisian sedang melakukan razia di sekitar jembatan Lytech Home Centre.

"Kan ramai polisi, kirain ada razia. Rupanya kata warga ada anak terseret arus," ucapnya saat ditemui. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved