BATAM TERKINI

Kuras Uang di ATM, Bank Alami Kerugian Rp 199.650.000, Ini Yang Dipakai Lima Komplotan Pembobol

Lima terdakwa komplotan pembobol ATM Bank Negara Indonesia atau BNI disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (27/6/2019).

Kuras Uang di ATM, Bank Alami Kerugian Rp 199.650.000, Ini Yang Dipakai Lima Komplotan Pembobol
TRIBUNBATAM.id/Leo Halawa
Kelima terdakwa pembobol ATM BNI di Batam menjalani sidang di PN Batam, Provinsi Kepri, Kamis (27/6/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Lima terdakwa komplotan pembobol ATM Bank Negara Indonesia atau BNI disidangkan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (27/6/2019). Kelima terdakwa antara lain Parlin alias Boy, Melki Septian, Ilham. Dan dua wanita antara lain Afriyani dan wanita muda Marya Ulfa.

Pada persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Jasael didampingi anggota majelis Muhammad Chandra dan Mangapul Manalu, beragendakan pembacaan surat dakwaan, pemeriksaan saksi-saksi dan para terdakwa. Jaksa Penuntut Umum atau JPU dihadiri Frihesti Putri Gina.

Dalam keterangan saksi yang terkuak di dalam persidangan, setidaknya ada empat ATM milik BNI yang berhasil dibobol.

Pertama pada Rabu (13/3) pukul 19.25 WIB di ATM BNI Mall Top 100 Tembesi 2 Batam. Kedua Kamis (14/3) pukul 04.29 WIB di ATM BNI Pasar Botania 2 Batam. Ketiga Minggu (17/3) sekitar pukul 16.20 WIB di ATM BNI Kampus Unrika Batam. Dan keempat Selasa (19/3) pukul 16.20 WIB di ATM BNI SPBU Nongsa.

Pendiri Presidium Alumni 212 Ini Serukan Persatuan di Tengah Aksi Unjuk Rasa Kawal Sidang Putusan MK

Prabowo Memang Terima Putusan MK, Tapi Tidak Menyerah Begitu Saja, Apa Langkah Selanjutnya?

Prabowo Terima Putusan MK yang Tolak Seluruh Gugatan Kubunya, Probowo: Putusan Ini Mengecewakan

“Jadi mereka (kelima terdakwa,red) ini saling kenal yang mulia,” kata saksi di hadapan hakim.
Berdasarkan hasil pencocokan nilai uang dari empat ATM ini, terdapat selisih uang yang hilang sebesar Rp 199.650.000. “Setelah kami cek, ternyata ada yang mengambil. Ketahuannya lewat CCTv. Dan yang masuk ke dalam CCTv ini adalah lima orang terdakwa ini,” tambah saksi lagi.

Para terdakwa mengambil uang itu dengan alat bantu teknologi canggih. Diambil dengan modus Vandalisme Cash Fhising atau pencurian uang di mesin ATM dengan modus memasangkan remot control pada belakang UPS ATM.

Sehingga pada saat melakukan transaksi penarikan uang yang sedang diproses dan uang keluar dari ATM langsung segera dimatikan dengan menekan remot control sehingga transaksi tersebut direversal yang mana uang keluar tetapi saldo pada ATM yang mengambil uang tersebut tidak berkurang (reversal).

“Benar yang mulia, setelah masuk ATM baru kami matikan skalar ATM. Supaya uangnya keluar. Yang tahu banyak soal ini adalah Salamun. Salamun masuk daftar pencairan orang (DPO),” ujar terdakwa Parlin.

Oleh JPU Frihesti Putri Gina, mengupas peran masing-masing kelima komplotan ini. Pertama terdakwa Melki Septian berperan sebagai orang yang masuk ke dalam counter ATM BNI untuk mengambil uang.

Sementara terdakwa Parlin mengawasi situasi di seputaran mesin ATM BNI saat pengambilan uang.Selanjutnya, Yolan yang kini masuk DPO sama dengan peran Melki. Yakni orang yang masuk ke dalam counter ATM BNI untuk mengambil uang serta mengumpulkan uang hasil kejahatan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved