Imigran Asing Pencari Suaka Sering Resahkan Warga Lokal, Lurah Kawal Bintan Ingatkan Para Janda

Sebab, kehadiran imigram asing pencari suaka itu membawa dampak negatif bagi warga yang selama ini hidup aman dan nyaman.

Imigran Asing Pencari Suaka Sering Resahkan Warga Lokal, Lurah Kawal Bintan Ingatkan Para Janda
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Imigran asing pencari suaka dari berbagai negara yang ditempatkan di Bhadra Resort Jalan Kawal Km 25 Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri saat ini sudah berjumlah lebih dari 400 orang. 
TRIBUNBATAM.id - Kehadiran imigran asing pencari suaka di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri menimbulkan keresahan bagi warga lokal belakangan ini.
Sebab, kehadiran imigram asing pencari suaka itu membawa dampak negatif bagi warga yang selama ini hidup aman dan nyaman.
Dampak negatif itu lebih dirasakan oleh warga yang tinggal dekat Bhadra resort, di daerah Kawal Bintan, tempat para imigran asing itu ditampung oleh Rudenim Kota Tanjungpinang.
Demi mengantisipasi dampak negatif bagi warga Kawal , pelaksana tugas (Plt) Kelurahan Kawal, Daeng Ibrahim mengimbau warga untuk tidak terlalu terbuka terhadap para imigran pencari suaka ini.
 
Imigran (baju merah) dan dua perempuan warga Tanjungpingpinang di Satpol PP Tanjungpingpinang.
Imigran (baju merah) dan dua perempuan warga Tanjungpingpinang di Satpol PP Tanjungpingpinang. (ist)
 
"Secara pribadi, keberadaan mereka di sini saya kurang setuju. Kita minta mereka, jangan terlalu ditanggapi bila berkunjung ke rumah-rumah," kata Daeng kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (04/7/2019).
Daeng Ibrahim menjelaskan, meskipun para imigran asing pencari suaka tersebut hanya berjalan-jalan saja, namun belum diketahui apa tujuan mereka sebenarnya.
Mereka bisa saja mempunyai maksud lain yang tersebunyi di balik ulahnya berkeliaran di mana-mana.
Lagi pula masyarakat juga tidak mengetahui latar belakang mereka seperti apa; yang pasti mereka datang dari negara yang sedang mengalami konflik. 
"Jadi kita minta warga lebih selektif, apalagi sampai numpang tidur dirumah warga, ini sangat berbahaya," terang Daeng Ibrahim.
Daeng Ibrahim juga menambahkan, apabila ada warga kelurahan Kawal yang melihat para imigran itu mempunyai kendaraan dan menyembunyikannya di rumah warga, sebaiknya hal itu dilaporkan saja kepada RT atau  polisi terdekat.
Daeng Ibrahim juga berharap agar warga juga tidak membantu mereka untuk menyimpan sepeda motor atau melakukan kerja sama dengan mereka.
Sebab, secara aturan para imigran asing pencari suaka itu tidak berhak memiliki kendaraan di sini.
"Kalau ada yang mengetahui, laporkan saja kepada aparat atau pemerintah setempat," pungkas Daeng Ibrahim.
 
Keberadaan para imigran asing pencari suakan selalu ditautkan dengan para janda dan istri orang yang suaminya sedang tidak berada di rumah dalam waktu yang lama.
Beberapa kasus asusila sudah pernah pernah terjadi antara beberapa imigran asing dengan para janda atau istri orang ini.
Sebelumnya, dua pria berparas ganteng diamankan Satpol PP TanjungPinang. Keduanya adalah imigran asing pencari suaka asal Afganistan yang tinggal di penampungan eks hotel Hermes Jalan kawal Bintan.

Kedua imigran itu bernama Shakat dan Mustofa diamankan saat mesum bersama dua orang wanita di bawah Tugu Raja Fisabilillah Tepi Laut.

Setelah diusut, ternyata dua wanita berinisial AD dan SM yang dipacari imigran itu adalah para janda yang tinggal di Jalan Kemboja Tanjungpinang.

Imigran (baju merah) dan dua perempuan warga Tanjungpingpinang di Satpol-PP Tanjungpingpinang.
Imigran (baju merah) dan dua perempuan warga Tanjungpingpinang di Satpol-PP Tanjungpingpinang. (ist)

 Perencana Penembakan Jaksa Dicky Ditangkap Polisi, Bertugas Carikan Senjata dan Mobil Rental

 Bintang Tamu Bunuh Diri Setelah Tampil, Acara Talk Show di Televisi Inggris Dihentikan

 Terungkap, Ciri-ciri Pelaku Begal di Batam yang Tewaskan Ira, Berbadan Gempal dan Pakai Motor Hitam

Kejadian itu diketahui setelah pihak Satpol PP Tanjungpinang melaksanakan kegiatan patroli rutin sekitar pukul 00.15 WIB Rabu (15/5/2019).

Keduanya terlihat oleh petugas tengah asik bercengkerama. Tidak butuh waktu lama petugas langsung menghampiri dua pasangan ini.

"Kita pada pukul 11.30 WIB Satpol PP Kota Tanjungpinang melaksanakan patroli rutin di sekitaran wilayah kota Tanjungpinang dengan tujuan untuk menjaga ketertiban wilayah kota Tanjungpinang.

Pada pukul 00.10 WIB kita melihat 2 pasangan berada di bawah Jembatan Lingkar Tugu Raja Fasabilillah Tepi Laut Kota Tanjungpinang," kata Dian Asmara Kasi Operasi Satpol PP TanjungPinang dikonfirmasi, Jumat (17/5/2019).

Selain itu, seorang pengungsi asal Afganistan, Hodadat juga hampir diamuk massa lantaran bertandang di rumah wanita bersuami berinisial RM yang tinggal di RT 4/RW 1 Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (16/6/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Dari informasi yang didapatkan TRIBUNBATAM.id di lapangan, pria yang tinggal di Hotel Bandra km 25 ini hampir diamuk oleh belasan warga sekitar.

Sebab, Hodadat suka bertandang ke rumah-rumah warga khususnya wanita untuk diajak berkecan.

"Hal ini bukan pertama kali. Warga selama ini sudah mencoba untuk bersabar, namun kali ini (warga) sudah kehabisan kesabaran,” ujar seorang warga yang tidak ingin namanya disebutkan.

 Download Lagu MP3 Birthday SOMI, Lengkap dengan Lirik Lagu dan Video Klip, Trending Youtube

 Agung Hercules Sakit Apa? Tubuh Berotot Jadi Kurus, Istri Ungkap Penyakit Ganas Ini

 Nyasar di Rumah Perempuan Bersuami, Imigran Afghanistan di Bintan Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga

 Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, PSIS-Semen Padang Denda Rp100 Juta, Persebaya Denda Rp150 Juta

 

Sementara itu, Kapolsek Gunungkijang, AKP Dunot P Gurning saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut.

Hanya saja dia masih belum mendapatkan laporan lengkap terkait kejadian itu.

"Iya benar ada, tetapi data-datanya masih diproses sama anggota. Kalau sudah ada nanti diberitahu, sabar ya," ucap Dunot P Gurning. (tribunbatam.id/alfandi simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved