Pada Pembukaan Rapat Kerja Pusat XXII, Begini Pesan Arif Fadillah kepada Ikatan Pustakawan Indonesia
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H TS Arif Fadillah mengatakan Pemerintah Daerah berkomitmen kuat untuk memajukan perpustakaan umum.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Thom Limahekin
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H TS Arif Fadillah mengatakan Pemerintah Daerah berkomitmen kuat untuk memajukan perpustakaan umum.
Satu langkah yang ditempuh Pemerintah Daerah yakni dengan membangun sebuah perpustakaan yang representatif sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
“Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau saat ini berada tepat di tengah kota.
Sengaja kita tempatkan di tengah kota agar mudah diakses oleh setiap masyarakat dan sebagai wujud komitmen bersama dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa seperti tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” kata Arif saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Rapat Kerja Pusat XXII dan Seminar Ilmiah Ikatan Pustakawan Indonesia Tahun 2019 di Harmoni One Batam, Minggu (7/7/2019) malam.
Turut hadir pada kesempatan ini Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Ketua Umum Pustakwan Indonesia Teuku Syamsul Bahri, Direktur Perpustakaan Nasional Singapura Miss Tan Huism, Vice President Frank Fort Fair Miss Claudya Kaiser, Perwakilan DPRD Provinsi Kepri, serta para Pustakawan dari seluruh Indonesia.
• Fakta-fakta Siswi SMP Diperkosa 5 Pria hingga Pingsan, Dicekoki Dulu Obat Anti Mabuk
• Detik-detik Gabriel Jesus Pukul VAR Hingga Rusak di Laga Brazil vs Peru Final Copa America 2019
• Tim Basket Seligi Sakti Juarai Turnamen Kapolres Tanjungpinang Cup Usai Tumbangkan Tim Free Willy
• Pernikahan Pria Makassar Ini Viral di Sosmed, Pengantinya Cewek Cantik Asal Jerman
Arif mengatakan bahwa kemajuan suatu daerah dipengaruhi oleh kemajuan literasi masyarakatnya.
Mengenai hal ini Kepulauan Riau memiliki bukti bahwa perpustakaan dan pustakawan mampu menghasilkan sebuah peradaban yang maju.
Kepulauan Riau, cerita Arif, pada masa lampau pernah mengalami puncak kejayaan di bidang literasi.
Ini semua tak lepas dari peran pustakawan dan perpustakaan yang ada dimasa itu.
Mungkin hadirin di sini pernah mendengar nama Raja Ali Haji, seorang pujangga yang dikenal dengan karyanya Gurindam Dua Belas.
Melalui bukunya yang berjudul “Bustan Al Katibin” dan “Kitab Pengetahuan Bahasa”, Raja Ali Haji menyusun standar tata bahasa melayu yang kemudian diadopsi menjadi dasar Bahasa Nasional yang dipergunakan pada hari ini.
“Jadi bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa Nasional, bahasa pemersatu bangsa ini, asal-usulnya adalah lahir dari karya Raja Ali Haji yang berasal dari Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau,” tegas Arif.
Selain itu, Kepulauan Riau juga memiliki seorang tokoh literasi yang dibanggakan.
Dia adalah Yam Tuan Muda Riau X, Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi.
• Istana Bantah Presiden Jokowi Pernah Bertemu Audrey Yu di Jepang
• Marshanda Unggah Foto HatiNYA yang Remuk, Benarkah Sudah Putus dari Erico Mihardja
• Punya Mobil Mewah Tapi Parkir Sembarangan, Pemilik Maserati Ini Dapat Hukuman Setimpal
• Lucinta Luna Ngaku Jadi Wanita Pertama yang Operasi Potong Pinggang di Indonesia, Begini Prosesnya
Pada abad ke-19, dia telah mendirikan sebuah perpustakaan umum di Pulau Penyengat yang dikenal sebagai Khutub Kanah Yamtuan Ahmadi.
Perpustakaan tersebut memiliki ribuan koleksi yang dibeli langsung dari Mesir, Madinah dan India.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0807_arif_perpustakaan.jpg)