Setelah Batam, 8 Kontainer Sampah di Surabaya Dipulangkan ke Australia

Indonesia akan memulangkan lebih 210 ton sampah ke Australia yang ditemukan di Pelabuhan Tanjungperak, Surabaya. Termasuk botol plastik dan pembalut,

Kompas.com/Ghinan Salman
Temuan sampah impor asal Australia di Pelabuhan Tanjungperak Surabaya menambah daftar panjang impor limbah dari berbagai negara ke Indonesia 

Keputusan China pada tahun 2018 untuk melarang impor limbah plastik asing membuat sistem daur ulang global menjadi kacau.

Sejumlah negara maju berusaha untuk menemukan tempat untuk mengirim limbah mereka dan Asia Tenggara kemudian menjadi pilihan, "bekerja sama" dengan pengusaha lokal.

Pada Mei 2019 lalu, Malaysia juga mengembalikan ribuan ton sampah plastik yang ditangkap di sejumlah pelabuhan.

Filipina juga mengembalikan sekitar 69 kontainer sampah ke Kanada bulan lalu, setelah Presiden Rodrigo Duterte mengancam akan mengembalikan sendiri sampah itu jika Kanada tidak menjemputnya.

Malaysia baru-baru ini bertindak memulangkan semula 450 ton sisa buangan plastik import ke negara asal termasuk Australia, Bangladesh, Kanada, China, Jepangf, Arab Saudi dan Amerika Syarikat (AS).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved