KOLASE TRIBUNBATAM.id/FOTO ENDRA KAPUTRA/KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA
Gubernur Kepri Nurdin Basirun
Nurdin Basirun dan kawan-kawan sehari sebelumnya terjerat kasus operasi tangkap tangan (OTT) dan diperiksa di Mapolres Tanjungpinang sejak Rabu (10/7/2019) malam.
Pantauan TRIBUNBATAM.id, Nurdin dan kawan-kawan keluar dari mobil Avanza silver BP 1782 YW.
Nurdin Basirun tidak sendirian; seorang pria dan wanita ada bersama dia saat itu.
Nurdin Basirun mengenakan baju berwarna putih polos.
Namun dia menutupi wajahnya.
Seluruh bagian wajahnya nyaris tidak terlihat.
Ada sejumlah terduga lainnya yang juga keluar terlebih dahulu dengan menggunakan mobil warna hitam.
Setidaknya ada 2 mobil yang membawa para terduga itu ke Jakarta.
Nurdin Basirun tiba di VIP Bandara RHF Tanjungpinang sejak tiba pukul 10.00 WIB.
Namun, pesawat baru akan berangkat dari Tanjungpinang ke Jakarta pukul 10.30 WIB.
"Pak Nurdin. Konfirmasi sebentar, Pak. Tolong Pak kasih waktunya sebentar," kata sejumlah wartawan.
Nurdin langsung menyeruak di tengah sejumlah wartawan.
Dia agak terdesak sehingga kesusahan untuk masuk ke dalam pintu VIP Bandara RHF Tanjungpinang.
"Tolong kawan-kawan ulang tahun iki tolong minggir dong minggir," kata petugas kepolisian yang menjaga pengawalan.
Status hukum terhadap Guberur Kepri Nurdin Basirun besera lima orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) dalam operasi tangkap tangan akan diketahui Kamis (11/7/2019) nanti.
"Sebagaimana diatur dalam Hukum Acara Pidana, maka dalam waktu paling lama 24 jam ini tim akan melakukan kegiatan-kegaiatn awal termasuk klarifikasi pada pihak yang diamankan," kata Basaria Panjaitan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) kepada Tribunbatam.id, Kamis (11/7/2019).
"Status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan akan disampaikan nanti sore melalui konferensi pers di KPK," ujar Basaria Panjaitan Komisioner KPK.
Basaria Panjaitan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) mengatakan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Kepri Nudin Basirun, Kepala Dinas beserta kepala bidang bersama staf, dan pihak swasta, KPK melakukan kegiatan penindakan sejak Rabu (10/7/2019) siang di wilayah Kepulauan Riau.
"Sebelumnya kami mendapat informasi dari masyarakat akan terjadinya transaksi yang diduga diperuntukan pada Kepala Daerah di sana," kata Basaria Panjaitan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) kepada Tribunbatam.id, Kamis (11/7/2019).
Basaria Panjaitan Komisinoer KPK menagatakan sampai Rabu (10/7/2019) malam, KPK membawa enam orang ke Polres Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Enam orang tersebut diantaranya dari unsur Kepala Daerah, Kepala Dinas di Bidang Kelautan, Kepala Bidang, dua orang staf dinas dan pihak swasta.
Dalam kegiatan ini diamankan uang 6 ribu dolar Singapura yang diduga terkait dengan Izin lokasi rencana reklamasi di Provinsi Kepri.
"KPK menduga sebelumnya telah terjadi penerimaan lain," ujar Basaria Panjaitan.
Ulang tahun
Kasus OTT tersebut menjerat Nurdin Basirun hanya berselang tiga hari setelah hari ulang tahunnya.
Nurdin Basirun lahir di Moro, Karimun, Provinsi Kepri pada 7 Juli 1957.
Tepat pada 7 Juli 2019 lalu, dia genap berusia 62 tahun.
Pada ulang tahunnya itu dia berharap bisa memanfaatkan sisa hidupnya untuk agama, masyarakat, bangsa dan negara.
"Saya sudah mewakafkan diri untuk kemajuan Kepri," ujar Nurdin pada perayaan ulang tahunnya itu.
Perayaan ulang tahun itu dirayakan di Kota Tanjungpinang.
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sampai mengantar sendiri warganya yang menderita tumor otak ke mobil ambulans, Selasa (18/6/2019) siang. (Humas Pemprov Kepri)
Pada Minggu (7/7/2019) itu, usai menunaikan safari subuh, Nurdin sempat melepas peserta lomba sepeda 2019 Nat Criterium di halaman Gedung Daerah.
Bersama keluarga, dia berkumpul bersama anak-anak panti asuhan Rumah Soleh Innayah Bintan untuk melaksanakan doa bersama.
Usai doa syukur bersama, sebuah nasi tumpeng dan kue ulang tahun langsung diantar ke hadapannya.
Nasi tumpeng dan kue ulang tahun itu disiapkan oleh istrinya sendiri, Hj Noor Lizah Nurdin.
Dia lalu memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Istrinya, selanjutnya kepada anak-anaknya dan digilir kepada satu per satu anak panti asuhan yang hadir.
Nurdin saat bersalaman dengan anak-anak yang merupakan warga pengungsian posko kebakaran Baloi Persero RT 06 RW 01 Kelurahan Baloi Indah Kecamatan Lubuk Baja, Minggu (23/6/2019) (tribunbatam.id/Roma Uly)
“Syukur, alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan, kekuatan dan kesehatan di usia yang ke-62 ini.
Usia saya terus berkurang. Namun amanah yang diemban saat ini semoga mendapat keberkahan oleh Allah untuk dijalankan dengan semaksimal mungkin,” ujar Nurdin.
Nurdin sendiri memaknai momen ulang tahun itu untuk menyadari waktu di dunia ini hanya bersifat sementara.