Setelah Batam, Malaysia dan Filipina, Kamboja Juga Digempur Ribuan Ton Sampah Plastik
Setelah Filipina, Malaysia dan Indonesia, kini giliran Kamboja melawan gempuran pengiriman sampah plastik dari luar negeri.
TRIBUNBATAM.ID, PHNOM PENH - Setelah Filipina, Malaysia dan Indonesia, kini giliran Kamboja melawan gempuran pengiriman sampah plastik dari luar negeri.
Kamboja bakal mengirim 1.600 ton sampah plastik ke negara asal pengiriman, yakni Amerika Serikat dan Kanada.
Sampah plastik itu dikirim menggunakan kontainer dan modusnya sama, diimpor oleh beberapa perusahaan lokal.
Diberitakan AFP, sejumlah besar sampah plastik dalam kontainer telah ditemukan di kota pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, pada Selasa (16/7/2019).
"Sampah-sampah dalam kontainer itu akan dikirimkan kembali ke negara asalnya," kata juru bicara kementerian lingkungan Kamboja, Neth Pheaktra kepada AFP.
• Polisi Italia Temukan Rudal dan Peluncur Roket saat Penggerebekan Kelompok Neo-Nazi
• Selebgram AS Bianca Devins Dibunuh dan Foto Mayatnya Diunggah Pelaku
• Asosiasi Mengeluh Limbah Plastik B3 Jadi Tontonan Nasional, Pengusaha Tidak Dapat Kepastian
"Kamboja bukan tempat sampah untuk membuang barang-barang teknologi usang," tambahnya.
Bukian jumlah yang sedikiti, Pheaktra mengatakan, sebanyak 70 kontainer penuh dengan sampah plastik dikirim dari Amerika Serikat, sementara sisanya, sebanyak 13 kontainer diketahui berasal dari Kanada.
Foto-foto yang menampilkan pejabat memeriksa wadah yang penuh dengan plastik bundar, membuat marah pengguna media sosial di Kamboja.
"Pengiriman sampah adalah penghinaan serius," kata direktur eksekutif Transparency International Cambodia, Preap Kol, lewat posting yang diunggah di Facebook.
Sampah dalam jumlah besar telah berakhir di pantai Asia Tenggara karena penentangan terhadap penanganan sampah ekspor semakin meningkat di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Indonesia telah lebih dulu mengumumkan pada awal bulan ini bahwa mereka akan mengirim kembali puluhan kontainer penuh limbah ke Perancis dan negara-negara maju lainnya.
Sementara negara tetangga, Malaysia mengatakan pada bulan Mei bahwa mereka mengirim 450 ton limbah plastik impor kembali ke negara asal.
Sekitar 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahun, menurut data dari Worldwide Fund for Nature, dengan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau mencemari laut dalam apa yang telah menjadi krisis internasional yang berkembang.
Sampah Plastik Batam Belum Dire-ekspor
Beberapa waktu lalu, sampah plastik juga masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Batam, Tanjungpriok Jakarta serta Tanjungperak Surabaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/17072019-sampah-plastik-kamboja.jpg)