Breaking News:

Setelah Batam, Malaysia dan Filipina, Kamboja Juga Digempur Ribuan Ton Sampah Plastik

Setelah Filipina, Malaysia dan Indonesia, kini giliran Kamboja melawan gempuran pengiriman sampah plastik dari luar negeri.

AFP
Temuan sampah plastik impor di Kamboja 

Sebelumnya, Indonesia telah lebih dulu mengumumkan pada awal bulan ini bahwa mereka akan mengirim kembali puluhan kontainer penuh limbah ke Perancis dan negara-negara maju lainnya.

Sementara negara tetangga, Malaysia mengatakan pada bulan Mei bahwa mereka mengirim 450 ton limbah plastik impor kembali ke negara asal.

Sekitar 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahun, menurut data dari Worldwide Fund for Nature, dengan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah atau mencemari laut dalam apa yang telah menjadi krisis internasional yang berkembang.

Sampah Plastik Batam Belum Dire-ekspor

Beberapa waktu lalu, sampah plastik juga masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Batam, Tanjungpriok Jakarta serta Tanjungperak Surabaya.

Sebanyak 38 dari 65 kontainer plastik yang masuk Batam diketahui mengandung limbah B3 sehingga pemerintah memutuskan untuk mere-ekspor kembali ke negara asal.

Keputusan ekspor kembali ke negara asal setelah hasil uji lab menyatakan sampah plastik mengandung limbah B3.

Sebelum Batam, Malaysia dan Filipina terlebih dahulu memulangkan kontainer berisi sampah plastik dari Eropa.

Indonesia adalah negara ketiga di Asia Tenggara yang menolak dijadikan sampah setelah Filipina dan Malaysia yang menolak keras negaranya menjadi tong sampah dengan alasan papun.

"Kami sedang berkoordinasi dengan importir untuk segera memproses pengembalian mereka," kata juru bicara kantor bea cukai Sumarna.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved