Jumat, 12 Juni 2026

Setelah Batam, Malaysia dan Filipina, Kamboja Juga Digempur Ribuan Ton Sampah Plastik

Setelah Filipina, Malaysia dan Indonesia, kini giliran Kamboja melawan gempuran pengiriman sampah plastik dari luar negeri.

Tayang:
AFP
Temuan sampah plastik impor di Kamboja 

Sebanyak 38 dari 65 kontainer plastik yang masuk Batam diketahui mengandung limbah B3 sehingga pemerintah memutuskan untuk mere-ekspor kembali ke negara asal.

Keputusan ekspor kembali ke negara asal setelah hasil uji lab menyatakan sampah plastik mengandung limbah B3.

Sebelum Batam, Malaysia dan Filipina terlebih dahulu memulangkan kontainer berisi sampah plastik dari Eropa.

Indonesia adalah negara ketiga di Asia Tenggara yang menolak dijadikan sampah setelah Filipina dan Malaysia yang menolak keras negaranya menjadi tong sampah dengan alasan papun.

"Kami sedang berkoordinasi dengan importir untuk segera memproses pengembalian mereka," kata juru bicara kantor bea cukai Sumarna.

Sampah tersebut berasal dari Amerika Serikat, Australia, Prancis, Jerman dan Hong Kong.

Bulan lalu, Jakarta juga mengembalikan lima kontainer limbah ke Amerika Serikat, bergabung dengan paduan suara negara-negara Asia Tenggara yang semakin tidak senang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah dari negara-negara Barat.

Mengapa sampah plastik berduyun-duyun dikirim ke negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, khususnya Batam?

Keputusan China pada tahun 2018 untuk melarang impor limbah plastik asing membuat sistem daur ulang global menjadi kacau.

Hingga Januari 2018, China adalah pengimpor sampah plastik terbanyak di dunia.

Masalah lain muncul ketika China risau soal kontaminasi dan polusi.

China memutuskan tidak lagi membeli plastik daur ulang yang tidak punya kadar kemurnian 99,5%.

Sejumlah negara maju berusaha untuk menemukan tempat untuk mengirim limbah mereka dan Asia Tenggara kemudian menjadi pilihan, "bekerja sama" dengan pengusaha lokal.

Malaysia, Vietnam, Thailand, Indonesia, Taiwan, Korea Selatan, Turki, India, dan Polandia menjadi sasaran. 

Malaysia jadi importir sampah plastik terbesar. 

Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia Yeo Bee Yin meninjau kontainer berisi sampah plastik yang diimpor dari berbagai negara. Di seluruh pelabuhan, ditemukan 123 kontainer sampah plastik.
Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia Yeo Bee Yin meninjau kontainer berisi sampah plastik yang diimpor dari berbagai negara. Di seluruh pelabuhan, ditemukan 123 kontainer sampah plastik. (Berita Harian Online)
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved