OTT KPK di Kepri

OTT KPK di Kepri, Istri Abu Bakar Penyuap Gubernur Ajukan 2 Permohonan ke Jokowi

Permohonan pertamanya ialah: diperkenankan bicara melalui sambungan telepon dengan suminya, yang sudah 20 hari berada di terungku (penjara) C-$ KPK, K

OTT KPK di Kepri, Istri Abu Bakar Penyuap Gubernur Ajukan 2 Permohonan ke Jokowi
TRIBUNBATAM.id/ZABUR ANJASFIANTO
Suriana bersama ayahnya Laama saat ditemui Tribunbatam.id di kediamannya di Pulau Panjang, Minggu (29/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Suriana binti Laama (32) istri Abu Bakar (36) tersangka penyuap Gubernur Kepri (non aktif) Kepulauan Riau, Nurdin Basirun (62), Minggu (28/7/2019) mengajukan permohonan lisan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Warga Pulau Panjang RT02 RW 02 Keluarahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam Provinsi Kepri ini berharap pemerintah adil kepada rakyat kecil.

Permohonan pertamanya ialah: diperkenankan bicara melalui sambungan telepon dengan suminya, yang sudah 20 hari berada di terungku (penjara) C-4 KPK, Komplek Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Guntur, Kecamatan Setia Budi, Kota Jakarta Selatan, DKO Jakarata.

Dua Pekan Ditahan KPK, Ini Kesibukan Nurdin Selain Pemeriksaan oleh Penyidik KPK

19 Hari di Sel KPK, Gubernur Kepri Nurdin Basirun Mulai Aktif Salat Jamaah

Kabar Terbaru Gubernur Kepri di KPK, Nurdin Basirun Nyuci Baju Sendiri & Mulai Aktif Salat Jamaah

Diperiksa KPK dalam Kasus Gubernur Kepri, Walikota Batam Ngaku Pertanyaan Tak Terkait Reklamasi

"Sudah 19 hari tidak pernah bicara sama Bilal )3 tahun putra keduanya), bagimana dan sekarang Pak, kami tidak tahu. Kami pernah ke Jakarta tapi cuma sampai bandara, ' kata Suriana kepada Tribunbatam.id, di selesar rumahnya di Pulau Panjang.

Usai menegaskan suaminya "cuma nelayan biasa yang tidak mengerti apa-apa kasus itu" Dia mengajukan permohonan keduanya ke Jokowi: "Kalau suami saya punya salah, hukumannya yang ringan. Nanti siapa lagi yang cari makan (untuk) dua anak saya"

Pulau Panjang berjarak sekitar 53 km sebelah tenggara Kota Batam.

Saat mengungkapkan dua permohonannya, ibu dua putra ini (Muhammad Abrian 12 tahun dan Muhammad Bilal, 3 tahun) disaksikan ayah kandungnya Laama (62 tahun), paman Abu Bakar, Awang (67) dan Ketua RT02 RWo2 Pulau Panjang, Suhadah (37).

Dari Sijantung, Kecamatan Galang, pulau dengan 250 kepala keluarga (ini bisa ditempuh dengan sekitar 30 menit, dengan boat pancung (perahu dengan mesin tempel).

"KPK menetapkan "Bang Abu" jadi tersangka melalui surat "Pemberitahauan Dimulainya Penyidikan Nomor: B401/DIK.00/23/07/2019.

Abu Bakar disangka dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi "berupa pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara dan atau PNS".

Abu Bakar terjaring operasi tangkap tangan (OTT) tim penindakan dan gratifikasi KPK saat 'memberikan' tas berisi uang kepada dua pejabat Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri Edy Sofian (Kepala Dinas) dan Budi Hartono (kepala bidang perikanan tangkap) disebuah kapal ferry dan di hotel di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Rabu (10/7/2019) sore.

Diperiksa KPK soal Gubernur Kepri, Walikota Batam dan 15 Lainnya Diberi Teh Obeng & Kopi Hitam

Tiga Pengusaha Batam Termasuk Bos Panbil Diperiksa Sebagai Saksi Oleh KPK Untuk Nurdin Basirun

Bos Panbil dan Harbourbay Batam Ngacir Lewat Pintu Samping Usai Diperiksa KPK di Polresta Barelang

Malam harinya, tim penindakan KPK juga menjemput Nurdin Basirun di rumah jabatan Gubernur Kepri di pusat Kota Tanjungpinang.

Penangkapan 'OTT' itu sudah dilaporkan resmi ke pimpinan KPK melalui surat LKTPK-27/KPK/07/2019.

Kini Edi, Budi dan Nurdin, juga berstatus tersangka dengan surat Perintah Penyidikan Nomor SPRINDIK/68/DIK.00/07/2019.

Keempatnya sudah berstatus tersangka dan saksi sekaligus, dan sudah memasuki pekan ketiga di tahanan KPK. (tribunbatam.id/zabur anjasfianto/zill)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved