Pesona Pulau Buntal Kota Batam, Pulau ‘Seksi’ Proyek Penambangan Pasir
Selain proyek reklamasi, Kota Batam tak terlepas dari beberapa proyek lainnya. Salah satunya merupakan tambang pasir laut.
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Selain proyek reklamasi, Kota Batam tak terlepas dari beberapa proyek lainnya.
Salah satunya merupakan tambang pasir laut.
Hal ini diakui oleh salah satu nelayan Kampung Kelembak, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Ari.
Kepada Tribun, Ari kembali bercerita mengenai proyek ‘seksi’ ini.
Menurutnya, aktifitas penambangan pasir laut kerap terjadi di Kota Batam.
• Tak Ingin Orang Lain Jadi Korban, Orang Tua Bayi Minta Ombudsman Panggil RS Graha Hermine
• SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Indosiar Barito Putera vs Persib Bandung Liga 1 2019 Malam Ini
• Mobil Sport Mewah Hancur Setelah Menabrak Pohon, Pengemudi DIketahui WNA Asal Jepang
• Ulang Tahun ke-43, PT Timah Tbk Gelar Pesta Rakyat, Intip Kemeriahannya
“Tentu ada dampak. Dulu Pulau Buntal yang habis dikerok pasirnya,” ucapnya memulai cerita, Minggu (4/8/2019).
Pulau Buntal baginya merupakan cerminan nyata dampak dari aktifitas tambang pasir laut di Batam.
Namun Ari enggan berkomentar terkait tujuan dari aktifitas tambang pasir ini.
“Saya tak ingin berkomentar mengenai itu, yang jelas pernah ribut terkait aktifitas itu (tambang pasir) di tahun 2010 lalu,” ungkapnya.
Darinya diketahui pula, Pulau Buntal terletak di sekitar perairan Sungai Nyang, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.
Akibat aktifitas tambang pasir terus dilakukan, kini Pulau Buntal pun tinggal cerita dari mulut ke mulut.
Ari menyebut, Pulau Buntal hanya tersisa sekitar 50 meter disertai pepohonan rindang di sekitarnya.
“Lihat saja itu,” ucapnya sambil menunjuk daratan kecil di sekitar sungai sambil terus melanjutkan cerita.
Pantauan Tribun, beberapa pohon pun tampak dalam kondisi ‘mati’.
Selain itu, kini sisa Pulau Buntal telah ditancapi beberapa tiang dengan bendera berwarna kuning.