Polisi, TNI, Satpol PP Nyaris Bentrok dengan Keluarga saat Eksekusi Rumah Warga Kabupaten Bintan

Polisi, TNI dan Satpol PP eksekusi rumah milik warga Bintan. Nyaris ricuh karena warga tidak terima aksi eksekusi tersebut.

Polisi, TNI, Satpol PP Nyaris Bentrok dengan Keluarga saat Eksekusi Rumah Warga Kabupaten Bintan
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Sejumlah aparat kemanan dari Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri mengeksekusi lahan, Selasa (6/8/2019). Lahan itu terletak di rumah Juraimi, Rukum Tetangga (RT) 01, Rukun Warga (RW) 06 Jalan Sungai Datuk Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur. 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Sejumlah aparat kemanan dari Kepolisian Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri mengeksekusi lahan, Selasa (6/8/2019).

Lahan itu terletak di rumah Juraimi, Rukum Tetangga (RT) 01, Rukun Warga (RW) 06 Jalan Sungai Datuk Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur.

Saat hendak melakukan eksekusi, aparat keamanan sempat mendapat perlawanan dari pihak keluarga Juraimi.

Sebab, pihak keluarga Juraimi tidak setuju kalau barang-barang di rumahnya diangkat keluar oleh keluarga dan pekerja dari pihak keluarga Mawardi.

Foto-foto Eksekusi Rumah Wawako Batam di Rosedale Penuh Dramatis

Eksekusi Rumah tak Kunjung Selesai, ‎Pihak Rudi akan Libatkan TNI

Puluhan Jemaat Blokade Tolak Eksekusi Rumah yang jadi Gereja GKKI

Sebab, keluarga Juraimi masih tidak mengakui kalau lahan yang ditempatinya bukan milik Mawardi sebagaimana yang disengketakan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

"Ini tidak adil, rumah ini bukan milik keluarga Mawardi," ucap seorang anggota keluarga Juraimi saat aksi pengosongan.

Saat itu juga situasi sempat memanas sehingga kedua belah pihak saling adu mulut ketika barang-barang dagangan dan barang di dalam rumah Juraimi hendak diangkat keluar.

Namun, keadaan itu tidak berlangsung lama setelah pihak keamanan turun tangan mengamankan situasi yang tegang dan sempat terjadi saling dorong tersebut.

"Bapak ibu, mohon tenang," ujar seorang petugas keamanan dari kepolisian di lokasi.

Pihak keluarga Juraimi juga saat itu sempat menuding pihak kepolisian dan Pengadilan Negeri Tanjungpinang tidak adil kepada mereka dengan hasil keputusan pengosongan rumah tersebut.

Akan tetapi upaya eksekusi pengosongan seisi rumah milik keluarga Juraimi tetap berlangsung dilakukan oleh petugas keamanan. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved