Baru Ada 'Hotel Melati', Bupati Anambas Abdul Haris Rindukan Hotel Berbintang Ada di Daerahnya
Bupati Anambas rindukan kehadiran hotel berbintang di Kabupaten Kepulauan Anambas. Terungkap ini alasannya.
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Keberadaan hotel berbintang di Kabupaten Anambas begitu didambakan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris.
Kunjungan wisatawan yang menurutnya cenderung meningkat dapat menjadi peluang bagi pengusaha untuk membangun hotel berkelas di kabupaten terdepan Indonesia ini.
Di Anambas, mayoritas tempat penginapan baru sebatas hotel kelas melati.
Selain itu, ada resort semisal Resort Pulau Bawah, Desa Kiabu, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.
"Peluang ini bisa ditangkap.
Wisatawan yang datang pun, tidak perlu bingung dalam mencari penginapan yang mereka inginkan," ujar Abdul Haris, Kamis (8/8/2019).
• Evaluasi Festival Padang Melang, Disparbud Anambas Temukan Kendala Minimnya Tempat Penginapan
• Dari yang Paling Murah Hingga Termahal, Ini 8 Penginapan di Resorts World Sentosa
• Inilah 10 Penginapan di Bawah Laut, Ada Resort World Sentosa Seharga Rp 26 Juta
• Bingung Cari Penginapan Murah di Filipina? Reddoorz Sediakan Pemesanan Hotel Online
Festival Padang Melang pada bulan Juli di Pulau Jemaja, menurut Abdul Haris menjadi satu contoh betapa tinggi peluang usaha penginapan yang layak di Anambas.
Kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang ingin menyaksikan secara langsung festival itu, membuat penginapan habis terpesan.
"Kalau ada investor yang ingin membuka penginapan berbintang, kami dari Pemerintah Daerah mendorong untuk itu," ungkap Abdul Haris.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas pun, sebelumnya melakukan evaluasi Festival Padang Melang (FPM) di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi kepulauan Riau (Kepri).
Festival yang mengundang artis nasional tersebut dimulai selama 3 hari sejak Rabu (17/7/2019).

Yang menjadi sorotan adalah minimnya tempat penginapan yang layak di Pulau Jemaja.
Dengan demikian, tamu kesulitan mencari penginapan.
"Ada evaluasi yang kami lakukan.
Ini begitu penting agar pelaksanaan festival kedepan dapat lebih baik lagi," ujar Kepala Dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur kepada sejumlah awak media Selasa (6/8/2019) lalu.