BATAM TERKINI

BREAKINGNEWS - 7 Tahun 'Terdampar' di Batam, 230 Pencari Suaka Gelar Demo

Sejak 2 hari terakhir, 230 pencari suaka dari berbagai negara di Asia menggelar unjuk rasa minta segera dipindahkan ke negera tujuan.

BREAKINGNEWS - 7 Tahun 'Terdampar' di Batam, 230 Pencari Suaka Gelar Demo
TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Para pencari suaka melakukan aksi meminta agar IOM dan organisasi dunia mempercepat kepindahan mereka ke negara yang bisa menampung mereka sesuai kesepakatan PBB, Kamis (8/8/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejak 2 hari terakhir, 230 pencari suaka dari berbagai negara di Asia menggelar unjuk rasa minta segera dipindahkan ke negera tujuan.

Para pencari suaka yang kini tinggal di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungping Cabang Batam yang berada di Jalan RE Martadinata, Tanjungpinggir, Sekupang, Batam, Kepri menginginkan ini menuntut Organisasi Migrasi Internasional (IOM) mempercepat pengurusan itu.

Ali asal Afganistan kepada Tribunbatam.id saat didatangi Kamis (8/8/2019) mengatakan, mereka mengeluhkan lambatnya proses pengurusan izin mereka pindah dari Indonesia ke tiga negara yang dijanjikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Karena, kami di sini sudah ada yang tinggal terlama selama tujuh tahun. Tetapi tidak jelas. Kami ingin pindah ke Kanada, Australia dan Amerika. Kami ingin bekerja. Kami ingin masa depan juga seperti orang-orang. Tetapi penanganan pengurusan izin pindahan kami lambat," katanya

Hampir separuh dari penghuni rumah detensi cabang Batam ini, pria dewasa yang belum menikah. Ali mengatakan, mereka melakukan aksi protes serentak di lima kota di Indonesia. Yakni Jakarta, Makasar, Tanjungpinang, Pekanbaru, Batam.

Imigran Asing Pencari Suaka Sering Resahkan Warga Lokal, Lurah Kawal Bintan Ingatkan Para Janda

Ing Iskandarsyah Anjurkan Pencari Suaka di Kepri Dipindahkan ke Suatu Pulau Kosong, Ini Alasannya

BREAKINGNEWS: Pencari Suaka di Rudenim Tanjungpinang Turun Berdemo. Ini Pemicunya!

"Kami tidak ada masalah dengan pemerintah Indonesia. Orang-orang Indonesia baik-baik sama kami. Tetapi tidak cukup itu saja, kami butuh masa depan yang jelas. Kami ingin pindah agar bisa kerja," tambah Ali.

Hal yang sama diungkapkan Rizzo dari Afganistan.

Ia mengatakan sama dengan permintaan Ali. Mereka menginginkan agar dipindahkan IOM ke Kanada, Amarika dan Australia.

"Agar bisa kerja dan punya masa depan yang jelas," pintanya.

Dijelaskan Rizzo, dari 230 penghuni rumah detensi di Sekupang ini berasal dari berbagai negara.

Antara lain dari Pakistan, Iran, Iraq, Somalia, Sudah, Afganistan dan Srilangka.

"Tetapi hidup kami di sini masih gantung. Telah lama kami di sini," katanya.

Para pencari suaka itu terus melakukan aksi serupa dalam waktu dekat.

Mereka meminta, agar IOM dan organisasi dunia bisa mempertikan nasib mereka. Karena mereka juga ingin kerja. (tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved