Jumat, 8 Mei 2026

China Desak Filipina Usut Judi Online Pogos, Sedot Duit dan Perbudak Wanita. Beranikah Duterte?

Menurut Beijing, Pogos menyedot jutaan dolar uang dari masyarakat China secara ilegal dengan mempekerjakan para wanita asal China sebagai daya tarik.

Tayang:
South China Morning Post
Judi online Pogos asal Filipina yang disorot China karena banyak menyedot duit dari Tiongkok ke Filipina 

TRIBUNBATAM.ID - Setelah berhasil merangkul China dari musuh menjadi sohib, Presiden Filipina Rodrigo Duterte kini terjebak oleh tekanan China untuk menghukum pengusaha judi online Pogos yang dikendalikan di negara itu.

Menurut Beijing, Pogos menyedot jutaan dolar uang dari masyarakat China secara ilegal dengan mempekerjakan para wanita asal China sebagai daya tarik.

Parahnya lagi, menurut kedutaan China di Manlila, para wanita itu dipekerjakan dengan kasar, bahkan diperlakukan tidak manusiawi.

Tekanan China tersebut akan menjadi pukulan untuk Presiden Duterte karena Pogos adalah kontributor besar bagi perekonomian Filipina sekaligus dana sosial Presiden, menurut laporan South China Morning Post.

KPK Periksa Nyimas Novi Anggota DPRD Karimun yang Juga Adik Ipar Gubernur Kepri Nurdin Basirun

Pemerintah Bakal Blokir Hp Dengan IMEI Tak Terdaftar, Ini Kata Pengguna HP

KPK Kembali Periksa Juniarto Ajudan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Punya Rumah Mewah Rp 2 Miliar

Berdasarkan catatan dari Perusahaan Hiburan dan Permainan Filipina (Pagcor), Pogos menyumbang 6,1 miliar peso atau sekitar Rp 4,4 triliun per tahun dari pendapatan kotor perusahaan tersebut sebesar 67,85 miliar peso tahun lalu.

Kontribusi Pogos, sebagian besar pergi ke perbendaharaan nasional dan Dana Sosial Presiden.

Dalam pernyataan Kamis (8/8/2019), kedutaan Beijing mengecam Filipina karena merusak upaya Beijing untuk menindak perjudian lintas batas.

Dikatakan bahwa warga negara China menjadi sasaran utama perusahaan-perusahaan perjudian di negara Asia Tenggara, yang mengakibatkan aliran ilegal "ratusan juta yuan" ke Filipina.

"Ini melibatkan kejahatan seperti pencucian uang lintas-batas melalui perbankan bawah tanah, yang merusak pengawasan keuangan dan keamanan finansial China," kata kedutaan.

"Fakta bahwa sejumlah besar warga Tiongkok terpikat pada perjudian ilegal telah menghasilkan peningkatan kejahatan dan masalah sosial di Tiongkok."

Fakta bahwa sejumlah besar warga Tiongkok terpikat ke dalam judi online ilegal telah menghasilkan peningkatan kejahatan dan masalah sosial di Tiongkok.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo menanggapi pernyataan kedutaan itu bahwa mereka harus mengajukan pengaduan resmi sehingga masalah khusus ini akan diangkat di lembaga pemerintah yang tepat.

Perbudakan Wanita China

Selain masalah jutaan yuan yang tersedot dari China ke Filipina, Tiongkok juga menuduh perusahaan-perusahaan judi online Pogos telah melakukan perbudakan modern terhadap wanita-wanita Chinas yang direkrut perusahaan itu sebagai daya tarik.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved