Cuaca Buruk di Natuna Ganggu Pengiriman Hewan Kurban ke Anambas
Cuaca buruk membuat pengiriman hewan kurban dari Natuna ke Anambas terganggu.
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Juliady terlihat bingung. Saat ditemui di Air Padang, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri (9/8/2019) Jumat sekitar pukul 16.00 Wib, dia terlihat sibuk berkoordinasi menggunakan ponsel.
Mukanya terlihat bingung. Dia masih memikirkan cara membawa 50 sapi dari Midai, Kabupaten Natuna ke Tarempa, Kabupaten kepulauan Anambas.
Dari penjelasan rekannya di Natuna, ombak laut masih kurang kondusif.
-
• Warga Kabupaten Karimun Terpapar Kabut Asap, Begini Kata BMKG Soal Kondisi Asap
• Berikan Kuliah di UNRI, Bupati Bintan Apri Sujadi Ceritakan Suka Dukanya Sejak Jadi Mahasiswa
• Cuma Karena Beda Pilihan Calon Kepala Desa, Pria Ini Terpaksa Harus Pindahkan Makam Ibunya -
• Kisah Pria Terjebak 3 Hari di Bebatuan Gunung Chakrai, Hampir Bunuh Diri hingga 10 Jam Penyelamatan
Air laut bahkan bisa masuk ke palka kapal, lokasi sapi ditempatkan.
Sementara Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari.
Puluhan sapi yang sudah berada di atas kapal sejak 2 hari itu, merupakan sapi pesanan warga, termasuk pesanan sejumlah masjid di Anambas untuk keperluan kurban.
Risiko sapi yang stress hingga patah tulang sewaktu-waktu mengintai hewan pesanan orang itu.
Kapal kayu berbobot sekitar 50 Gross Ton (GT) memang disiapkan untuk membawa sapi itu ke Anambas.
Minimnya kapal besar yang layak, menurutnya jadi kendala mengangkut sapi itu sejak awal.
Sesuai jadwal, kapal seharusnya berangkat Jumat (9/82019) sekitar pukul 14.00 WIB.
Selain Natuna, Pulau Jemaja menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan sapi untuk keperluan kurban di Anambas.
• Napi di Lapas Barelang Pesan Sabu Lewat Telphone, Sebagian Dipakai Selebihnya Diedarkan
• FOTO DAN VIDEO Kemeriahan Hari Kemerdekaan Singapura, Dari Parade Senjata Hingga Pesta Kembang Api
• Pasca Menteri Susi Pudjiastuti Pulang, Jaringan Bermasalah Lagi, Warga Anambas Mengeluh
• Kota Padang Dilanda Badai dan Angin Kencang, Tumbangkan 10 Pohon Hingga Menimpa Kendaraan
"Alternatif sementara kapal tetap berangkat, tapi dengan kecepatan kapal perlahan.
Ini pun sambil menunggu koordinasi dari sana," ujarnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tinggi gelombang di Laut Natuna Utara menembus angka 2,5 meter.
BMKG bahkan telah mengeluarkan peringatan dini mengenai hal ini, khususnya untuk aktivitas kelautan termasuk kapal.(
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/proses-pemotongan-hewan-kurban-di-masjid-darul-ishlah_20180822_140525.jpg)