Dirlantas Polda Kepri Pakai TAA Untuk Olah Lakalantas Maut di Bintan, Ini Pesan Kasatlantas Bintan

Dirlantas Polda Kepri datangkan alat TAA untuk olah tempat kejadian kecelakaan lalu lintas di Kawal, Bintan, Kamis (8/8/2019).

Dirlantas Polda Kepri Pakai TAA Untuk Olah Lakalantas Maut di Bintan, Ini Pesan Kasatlantas Bintan
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Tim Direktur Lalu lintas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Dirlantas Polda Kepri) mendatangkan alat Traffic Accident Analysis (TAA) untuk membuat gambaran simulasi sebelum dan sesudah kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalan Wisata Bahari Kilometer 30 Kawal, Kamis (8/8/2019) sore. 
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Tim Direktur Lalu lintas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Dirlantas Polda Kepri) mendatangkan alat Traffic Accident Analysis (TAA) untuk membuat gambaran simulasi sebelum dan sesudah kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalan Wisata Bahari Kilometer 30 Kawal, Kamis (8/8/2019) sore.
 
Pengambilan gambar simulasi olah tempat kejadian perkara (TKP) ini dilakukan pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Dewi dan Haris. 
 
Pada proses olah TKP itu,  tim Dirlantas Polda Kepri meletakkan TAA itu di 6 titik berbeda tidak jauh dari lokasi kejadian. 
 
Sejumlah pengendara yang lalu lalang di lokasi kejadian olah TKP untuk sementara di berhentikan di dua sisi. 
 
Pihak kepolisian pun langsung mengambarkan situasi di lapangan dengan meletakkan TAA tepat di lokasi kejadian dan sejumlah titik lainya.
 
Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Kepri AKBP Tolopan Simanjuntak menerangkan, alat canggih tersebut akan membuat secara tersistem gambaran berupa video animasi sebelum, saat kejadian dan sesudah kejadian.
 
"Pada olah TKP yang kita lakukan dengan menggunakan TAA tadi,  ada 6 titik yang kita ambil. Untuk hasilnya nanti malam sudah bisa didapat," ucap Tolopan Simanjuntak.
 
Tolopan Simanjuntak juga menjelaskan, alat TAA ini digunakan karena detail memberikan gambaran mengenai kejadiankecelakaan lalu lintas dengan gambar yang presisi.
 
Bahkan, kecepatan kendaraan juga tergambarkan pada alat TAA tersebut.
 
 
Dengan hasil pengerjaan secara digital oleh alat TAA, penyidik mendapat gambaran untuk dicocokkan dengan keterangan para saksi kejadian.
 
"Jadi alat TAA ini memang  sangat membantu penyidik dalam menyelesaikan kasus.
 
Karena hasil dengan tingkat error system 0 persen," terang Tolopan Simanjuntak.
 
Dia juga menyebutkan, di Kabupaten Bintan, alat TAA  sudah 4 kali digunakan untuk menuntaskan kasus kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir.
 
Lakalantas di Bintan
Lakalantas di Bintan (Tribun Batam/Alfandi)
 
"Ya sejak kita gunakan alat ini, sampai sekarang, hasil kerja alat ini masih sesuai dengan keterangan para saksi," tutur Tolopan Simanjuntak.
 
Di lokasi yang sama, Kepala Satuan Lalu lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resort (Polres) Bintan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Cut Putri Amelia Sari menambahkan, sejauh ini pihaknya masih terus meminta keterangan sopir truk perihal kejadian yang menewaskan dua orang korban itu.
 
Adapun nama sopir truk itu yakni Ridwan dan saat ini masih ditahan di Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Kijang.
 
Sedangkan dua korban yang meninggal dunia yakni Dewi dan Haris.
 
"Jadi sampai saat ini kita masih berupaya mencari saksi-saksi lain yang memang melihat kejadian," tutur Cut.
 
Cut juga menjelaskan, kedua korban yang meninggal dunia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ahmad Thabib Kilometer 8 Tanjungpinang.
 
Dari keterangan dokter, keduanya meninggal akibat pendarahan di bagian kepala dan luka robek pada bagian pangkal paha.
 
"Korban pun meninggal dunia sehabis Isya setelah kejadian," ucap Cut.
 
Truk yang mengalami lakalantas dengan sebuah motor hingga menewaskan dua orang di Tanjungpinang, Jumat (15/3/2019)
Truk yang mengalami lakalantas dengan sebuah motor hingga menewaskan dua orang di Tanjungpinang, Jumat (15/3/2019) (TRIBUBATAM.ID/THOM LIMAHEKIN)
 
Dengan adanya kejadian kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang korban, Cut mengimbau segenap masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendaraan.
 
Kalau ada kecelakaan di depan mata, masyarakat diharapkan agar lebih memperhatikan kondisi korban ketimbang merekam dan memviralkan kejadian kecelakaan. 
 
Sebab, kematian dua korban kecelakaan di Kawal diduga karena terlambat mendapatkan pertolongan. 
 
"Nah karena itu kami berharap jika ada kecelakaan tepat di depan mata, saya meminta warga untuk segera melakukan pertolongan dibanding merekam dan memviralkan kejadian itu.
 
Sebab ini menyangkut nyawa manusia, dan memang korban sangat membutuhkan pertolongan," harap Cut. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved