Dulu Tunawisma, Kini Harry Sekarang Jadi Bos Perusahaan dan Miliki Aset Hingga Rp14 Miliar

Seorang mantan tunawisma yang dulunya tidur di bawah jembatan kini menjadi miliarder pada usia 21 tahun.

Caters News Agency
Harry sekarang berhasil menjadi miliarder 

TRIBUNBATAM.id - Seorang mantan tunawisma yang dulunya tidur di bawah jembatan kini menjadi miliarder pada usia 21 tahun.

Empat tahun lalu, Harry Sanders menjadi gelendangan saat usianya 17 tahun.

Tapi, sekarang pria dari Melbourne, Australia tersebut telah terlepas dari kedulitan hidupnya.

Kini, dia menjadi CEO dari bisnisnya sendiri Studiohawk yang bernilai $ 1,5 juta AUD (Rp14,4 miliar).

Pengusaha yang inspirasional itu pun membagikan lima tips terbaiknya untuk menjadi sukses, salah satunya tidak mengenakan jas karena dapat membuat 'kesan yang salah', serta tidur sesering mungkin.

Dia berkata, "Saya pikir hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah berpakaian untuk menjadi diri sendiri. Saya tidak pernah memakai jas.

Gegara Salah Masuk Klinik Kecantikan, Wanita Ini Merana Bibirnya Jontor selama 2 Tahun

Bank Indonesia: Pertumbuhan Harga Properti Residensial Akan Menurun

Begini Cara Memilih Perusahaan Dana Pensiun yang Benar

Senin (12/8) Rupiah Melemah ke Level Rp 14.223 per Dolar AS

 

"Jika saya pergi ke pertemuan atau memiliki hari yang panjang di kantor, saya memakai apapun yang saya suka dan apa yang membuat saya merasa nyaman.

"Saya pikir menjadi usia 21 tahun dan mengenakan jas mahal yang dirancang khusus adalah bendera merah bagi banyak orang dan bisa memberikan kesan yang salah.

Harry mengatakan bahwa banyak orang yang beranggapan bahwa mereka harus terjaga dan bekerja sepanjang malam untuk menjadi sukses.

Namun, sebenarnya orang tidak bisa meninggalkan tidur demi bisnis.

Harry mengaku ia tidur delapan jam atau lebih setiap malam sehingga dia berada di stamina yang maksimal.

Orang tidak bisa menjalankan bisnis dalam keadaan yang masih mengantuk.

Pada usia 17 tahun, Harry menghabiskan setahun tidur di jalanan, tinggal di tempat penampungan tunawisma yang berbeda dan terkadang tidur di sofa milik teman dan keluarga.

Harry menambahkan bahwa meskipun waktu itu adalah periode yang sulit dan menakutkan dalam hidupnya, menjadi gelandangan telah mengajarkan padanya beberapa pelajaran berharga yang menurutnya membantunya menjadi seorang miliarder.

Harry mengatakan, "Malam pertama menjadi gelandangan adalah yang terburuk. Saya tidak tahu ke mana harus pergi atau apa yang harus dilakukan.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved