WISATA SINGAPURA
Akibat Perang Dagang Amerika - China, Singapura Dikhawatirkan Akan Alami Resesi
Dikarenakan kondisi pertumbuhan ekonomi di Singapura yang terus merosot, sehingga dikhawatirkan mengalami resesi akibat tegangnya Amerika - China.
TRIBUNBATAM.id - Kondisi pertumbuhan ekonomi di Singapura dikhawatrikan akan mengalami resesi.
Kondisi resesi adalah penurunan pertumbuhan ekonomi ketika produk domestik bruto (GDP) merosot dan bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih di dalam setahun.
Dari data aktivias ekonomi di Singapura pada kuartal II tahun 2019 ini, menunjukkan kemerosotan yang signifikan.
• Cegah Pencucian Uang Transaksi Ilegal, Bank Sentral Singapura Tingkatkan Keamanan
• Prediksi Pertumbuhan Ekonomi, Singapura Pangkas Nilai Proyeksi Dekati 0 Persen
• Jadi Apartemen Tertinggi di Singapura, Begini Pesona Wallich Residence
• Triatlon IronMan 70.3 di Bintan Diserbu Wiswan Singapura, Australia, Japan, India, Amerika Serikat
• Transit di Singapura? Ikuti 4 Panduan Ini Agar Waktu Luang Lebih Menyenangkan
Seperti dikutip dari CNN, Rabu (14/8/2019), Singapura sebagai salah satu negara dengan ekonomi yang paling terbuka di kawasan Asia, terdampak oleh perang dagang Amerika Serikat dan China.
Pertumbuhan ekonomi Singapura mengarah pada titik terendah sejak 2009, di mana perekonomian mereka merosot hingga 0,6 persen pada masa krisis perekonomian global.
Pemerintah Singapura pun telah memangkas proyeksi pertumbuhan PDB 2019 di kisaran 0 persen dan 1 persen.
Sebelumnya, pemerintah setempat memroyeksikan perekonomian bakal tumbuh di kisaran 1,5 persen hingga 2,5 persen.
Revisi proyeksi tersebut dilakukan lantaran pada periode April hingga Juni 2019, pertumbuhan PDB negara tersebut negatif hingga 3,3 persen jika dibandingkan dengan kuartal I-2019.
Kementerian Perdagangan dan Industri mengungkapkan, outlook perekonomian Singapura melemah setelah tensi perdagangan antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat.
Singapura merupakan negara yang sangat bergantung pada ekspor dan China.
Sementara, perekonomian China saat ini tengah melambat dan berada dalam posisi terendah sejak 27 tahun terakhir.
"Singapura bakal menghadapi angin yang cukup kuat pada sisa tahun 2019 ini," ujar Kementerian Perdagangan dan Industri dalam keterangannya.
Adapun Sian Fenner dari Oxford Economics dalam sebuah catatan penelitian menuliskan, masih belum adanya kemungkinan perang dagang antara AS dan China mereda, ekspor dan berbagai hal yang berkaitan dengan perdagangan bakal mengalami resesi di kuartal III-2019.
Pencegahan Pencucian Uang Oleh Bank Sentral Singapura
Bank sentral Singapura meningkatkan keamanan untuk memerangi pencucian uang yang dilakukan melalui perusahaan cangkang untuk menyembunyikan transaksi ilegal.
Kepala bagian anti pencucian uang di departemen otoritas keuangan Singapura, Valerie Tay mengungkapkan beberapa bank telah menutup rekening-rekening perusahaan onshore yang dicurigai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/singapore-river.jpg)