Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa, Polda Kepri Periksa 40 Saksi, Termasuk Pejabat Tinggi Pemprov

Kasus dugaan korupsi pembangunan tugu Monumen bahasa sejauh ini masih di priksa oleh petugas kepolisian Polda Kepri. Dalam hal ini, Polisi setidaknya

Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa, Polda Kepri Periksa 40 Saksi, Termasuk Pejabat Tinggi Pemprov
Tribun Batam/Wahib Wafa
Monumnen Bahasa yang mangkrak di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, setelah gagal dibangun tiga tahun lalu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus dugaan korupsi pembangunan tugu Monumen bahasa sejauh ini masih di priksa oleh petugas kepolisian Polda Kepri.

Dalam hal ini, Polisi setidaknya sudah memeriksa sebanyak 40 saksi.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga.

Direktorat Kriminal Khususnya (Ditkrimsus) Polisi Daerah (Polda) Kepri telah memeriksa 40 saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan tugu Monumen Bahasa di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga Rabu mengatakan,  ke 40 saksi itu termasuk saksi ahli.

Yakni dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang.

Dan dari Jasa Pemerintahan dan Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK).

"Tentu penyidik punya penilaian sendiri. Tujuan pemeriksaan 40 saksi, untuk menggali sejauh mana dampak kerugian negara pada proyek yang dikerjakan," kata Erlangga.

Polisi juga sudah memeriksa Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau dan Arifin Nasir sebagai Kuasa Pengguna Anggaran atau KPA, pada proyek mangkrak itu sekarang.

Termasuk polisi memintai keterangan saksi Mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Guntur Sakti.

 Polda Kepri Hadirkan Saksi Ahli Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa di Penyengat Tanjungpinang

 TIAP Pagi Jalanan di Batam Ini Selalu Macet, Bisa Mengular hingga 2 Kilometer

 Malaysia Disebut Negara Transit, Negara Ini Diduga Penghasil Sabu yang Kerap Masuk Batam

Erlangga mengatakan, kasus hingga saat ini polisi terus mendalami. Ketika ditanya status Arifin Nasir, katanya, masih sebatas sebagai saksi.

Halaman
12
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved