PSK di Batam Digilir 2 Pria yang Mengaku Anggota Buser, Uang dan HP Korban Dibawa Kabur Pelaku
Dua pelaku perampokan mengaku sebagai seorang anggota Buser. Ia merampok seorang PSK yang sering Nongkrong di Lokalisasi Pokok Jengkol Kawasan Sagulun
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua pelaku perampokan mengaku sebagai seorang anggota Buser. Ia merampok seorang PSK yang sering Nongkrong di Lokalisasi Pokok Jengkol Kawasan Sagulung Batam.
PSK yang awalnya senang mendapat dua orang pelangan malah kecewa, sudahlah melayani nafsu bejat kedua pelaku, ia juga harus kehilangan harta bendanya seperti uang tunai dan juga Handpone miliknya.
Tidak terima dengan kejadian tersebut, Pelaku melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Kedua Pelaku yang mengaku sebagai anggota Polisi tersebut akhirnya ditangkap polisi di kawasan Batamindo Kota Batam.
• Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa, Polda Kepri Periksa 40 Saksi, Termasuk Pejabat Tinggi Pemprov
• Klasemen Liga 1 2019 Terbaru Usai Persib Bandung Imbang, PSM Makassar & Persipura Menang
• Ditanyakan Tentang Ex Officio, Menko Darmin Bilang Revisi PP Akan Keluar 2 Minggu Lagi
Sejauh ini, Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
Terakhir diketahui, pelaku beraksi dengan modus berpura-pura melakukan penyelidikan kasus narkoba di Lokalisasi tempat PSK tersebut sering Nongkrong.
Tidak sanggup membayar mobil rental mobil, dua pemuda nekat merampok seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan Sekupang dengan mengaku sebagai anggota Polisi yang bertugas di kesatuan Buru Sergap (Buser) Polres.
Selain merampok PSK ternyata pelaku juga memanfaatkan PSK sebagai pemuas nafsu mereka.
Cerita ini bermula ketika Yulian Ramadita (18) dan temanya Ilham (18) merental mobil selama dua hari yakni Minggu 4 Agustus 2019 lalu.
Sementara pemilik Rental meminta mobil mereka segera dikembalikan.
• DJI Rilis Gimbal Ponsel Osmo Mobile 3, Sekarang Bisa Dilipat dan Segini Harganya
• Dibentuk Sejak 2001, Kota Tanjungpinang Belum Miliki Data Peta Terpadu, Ini Kata Syahrul
• Ramalan Zodiak Hari Kamis 15 Agustus 2019, Sagitarius Suram, Gemini Khawatir, Pisces Emosional
• Kronologi Pembunuhan Gadis Tegal dalam Karung oleh 5 Temannya, Dipaksa Ikut Pesta Miras Lalu Dibunuh
"Saat ditelfon pemilik rental kami bilang lanjut rentalnya. Sambil cari uang dengan mobil itu," sebut Yulia kepada Tribunbatam.id, Rabu (14/8/2019) siang.
Karena buntu dan tidak bisa mencari uang, mereka kepikiran untuk melakukan perampokan. Yang jadi sasaran mereka adalah PSK di Pokok Jengkol Batuaji.
Disana mereka bertemu dengan seorang PSK berinisial DE.
"Kami ajak ke kosan, tapi mereka tidak mau. Dan kemudian kami bilang mau sewakan Hotel di kawasan Sekupang, disana dia barulah mau ikut kami berdua," tegasnya.
Bukannya dibawa ke Hotel, si PSK yang menjadi korban ini malah dibawa ke Pantai Dangas dengan menggunakan mobil sewaan tersebut.
Sesampai di Pantai Dangas, Disana secara bergilira kedua pelaku berhubungan badan dengan PSK.
Usai berhubungan badan, ke dua pelaku kemudian bilang kepada PSK kalau mereka berdua adalah anggota Buser yang sedang mencari target operasi peredaran narkoba di lokalisasi pokok jengkol.
• 5 Fakta Unik Seputar Nasi Lemak Khas Malaysia, Sajikan Dengan Daun Pisang
• Keluarga Ahli Waris Korban Boeing 737-8 Max Lion Air akan Mendapat Ganti Rugi Lebih dari Rp 2 Miliar
• Pendapatan Asli Daerah Kota Tanjungpinang Naik Rp 46,20 Miliar, Begini Kata Wali Kota Tanjungpinang
• Inilah Penyebab Mika Lampu Depan Mobil Kusam dan Menguning
"Saat itu dia mengatakan tidak tau, sambil nangis. Kawan saya ada ambil barang dari dashboard mobil, seolah-olah itu senjata untuk mengancam. Tapi saya tidak tau itu apa. Waktu diancam itu baru diambil uang Rp 600 ribu sama hape Evercroos," jelasnya.
Yulian mengatakan, mereka mengaku sebagai anggota polisi agar korban tidak teriak meminta tolong saat mereka ambil barang-barang berharga korban. Untuk ponsel milik korban, dijual oleh Yulian seharga Rp 200 ribu yang digunakan untuk membayar rental mobil.
"Siangnya kejadian itu baru ditangkap di Batamindo pas lagi kerja di rumah makan. Cewek itu dia lapor ke sekuriti dan kemudian lapor ke polisi," jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih dalami keterangan dari kedua pelaku. Dimana dari pengakuan mereka, aksi ini baru satu kali mereka lakukan karena tidak ada uang untuk membayar rental mobil.
"Kasusnya masih kita dalami. Kami akan kumpulkan lagi beberapa barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut," katanya.(Tribunbatam.id/setiawan_koe)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/12-8-2019-germo-ancam-tembak-aparat.jpg)