Wanita 14 Tahun di Bintan yang Hamil, Akui Belasan Kali Layani Keinginan Terlarang Kakak Iparnya

Begini pengakuan WD, remaja 14 tahun yang dihamili oleh kakak iparnya sendiri YY (46). Ternyata dia melayani keinginan kakak iparnya berkali-kali.

Wanita 14 Tahun di Bintan yang Hamil, Akui Belasan Kali Layani Keinginan Terlarang Kakak Iparnya
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
YY sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bintan Utara, Kamis (15/8/2019) setelah ditangkap oleh unit Reskrim Polsek Bintan Utara. YY diketahui menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya WD sampai hamil. 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Seorang gadis berinisial WD yang masih berusia 14 tahun di Kabupaten Bintan sedang hamil dan mengandung seorang anak.

Anak yang dihamilinya itu merupakan hasil hubungan terlarang antara dia dengan kakak iparnya atau suami dari saudarinya.

Kepada polisi WD mengaku sudah belasan kali melayani keinginan terlarang kakak iparnya untuk berhubungan selayaknya pasangan suami-istri.

Hal ini terungkap saat Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Timur memintai keterangan dari Wd beberapa hari lalu.

Demi Rp 2 Juta, Tukang Bakso Asal Kediri Tega Jajakan Istrinya yang Hamil 4 Bulan Lewat Grup WA

Hampir Sebulan Menikah, Donna Harun Nampak Datangi Dokter Kandungan, Hamil?

5 Bulan Jalani Pendidikan, Prada DP Bingung Vera Hamil 2 Bulan Tapi Tetap Berhubungan Sama Serli

BREAKING NEWS, Pria di Bintan Timur Ini Hamili Adik Iparnya Berusia 14 Tahun

 

"Iya benar, korban sudah melayani pelaku hingga belasan kali, sebelum kasus ini mencuat dan diketahui oleh ayah korban," kata Kepala Kepolsian Sektor (Kapolsek) Bintan Timur Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muchlis Nadjar melalui Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Bintan Timur Inspektur Polisi Dua (Ipda) M Fajri, Jumat (16/8/2019).

Fajri juga menuturkan saat ini pelaku sudah diamankan di Markas Polsek Bintan Timur dan masih terus diperiksa lebih lanjut.

"Pelakunya sudah kita amankan dan sekarang masih terus kita mintai keterangan lebih lanjut," terang Fajri.

Fajri juga menyampaikan, korban mengaku sempat menolak ajakan itu berulang kali.

Namun, pelaku mengancam akan mengusir korban dari rumah.

"Korban pun melayani keinginan terlarang pelaku, sehingga hubungan terlarang dilakukan berulang kali di saat ancaman itu dilontarkan," kata Fajri.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan dengan Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Remaja buta yang melahirkan setelah diperkosa ayahnya sendiri
Remaja buta yang melahirkan setelah diperkosa ayahnya sendiri (AsiaWire)
Sebelumnya diberitakan, entah apa yang ada di pikiran YY (46) sehingga tega meperlakukan WD (14) adik iparnya sebagai budak keinginan terlarangnya.
 
Bahkan adik iparnya itu sampai hamil dari hasil hubungan selayaknya suami-istri ini.
 
WD terpaksa harus melayani keinginan YY yang juga merupakan suami dari kakak kandungnya sendiri.
 
WD hanya bisa membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu karena takut mendapat ancaman akan diusir dari rumah kakaknya.
 
WD mengaku sudah berkali-kali melakukan hubungan selayaknya suami-istri dengan kakak iparnya tersebut.
 
Akhirnya hubungan terlarang mereka mencuat setelah WD ketahuan hamil.
 
WD kemudian mengakui apa yang dialaminya beberapa bulan belakangan ini kepada ayahnya.
 
Ayahnya yang mengetahui hal itu langsung mendatangi Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bintan Timur untuk membuat laporan terkait kasus yang sudah menimpa anaknya, pada Selasa (13/8/2019).
 
Mendengar laporan itu, Tim Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Bintan Timur langsung mencari tahu keberadaan pelaku.
 
Tim Reskrim kemudian meringkus pelaku di kediamannya di Kecamatan Bintan Pesisir.
 
"Setelah kita mendapatkan laporan dari ayah korban, Tim Unit Reskrim langsung mencari pelaku dan mengamankannya di kediamannya," ucap Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bintan Timur Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muchlis Nadjar melalui Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Bintan Timur Inspektur Polisi Dua (Ipda) M Fajri, Kamis(15/8/2019). 
 
Fajri juga menuturkan saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Bintan Timur dan sedang menjalani proses penyidikan.
 
"Pelaku sudah kita amankan dan sekarang masih kita minta keterangan lebih lanjut," terang Fajri.
 
Fajri juga menyampaikan korban mengaku sudah berulang kali melayani keinginan pelaku.
 
Korban bahkan berkali-kali sempat menolak ajakan itu.
 
Namun, dia selalu mendapat ancaman akan diusir dari rumah.
 
"Korban terpaksa melayani keinginan pelaku ketika ancaman itu dilontarkan," kata Fajri.
 
Pelaku disangkakan dengan Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 76D U RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan ke dua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved