DEMO HONG KONG

Demo Hong Kong Kembali Damai, Ribuan Guru Ikut Bergabung Protes Pemerintah

Ribuan guru bergabung dengan demonstran di bawah hujan pada Sabtu pagi. Polisi sempat melarang aksi tersebut, namun akhirnya memberi izin

Demo Hong Kong Kembali Damai, Ribuan Guru Ikut Bergabung Protes Pemerintah
South China Morning Post
Ribuan guru ikut bergabung dengan demo Hong Kong, Sabtu (17/8/2019), untuk memberikan dukungan pada "anak-anak" mereka. 

Setelah ribuan dokter dan perawat melakukan aksi duduk, Selasa lalu, pada Sabtu pagi, ribuan guru sekolah di Hong Kong berbaris ke kediaman resmi pemimpin kota, Sabtu pagi.

Mereka melakukan rally di sisi Kowloon di Victoria Harbour dan menutup jalan utama meuju Admiralty sambil membawa pamplet bertuliskan "Lindungi generasi berikutnya".

Para guru mengikatkan pita putih ke pagar Kantor Pemerintah untuk menunjukkan dukungan mereka kepada para demonstran --termasuk anak sekolah-- yang telah turun ke jalan sejak awal Juni lalu.

Mereka mengatakan pemerintah pemimpin Carrie Lam harus menjawab tuntutan para pemrotes dan berhenti menggunakan kekerasan polisi untuk membubarkan demonstrasi.

"Kami ingin melindungi siswa kami, anak-anak kami, sehingga para guru bersedia untuk keluar dan berbicara untuk anak-anak itu. Kami berdiri di samping mereka sehingga mereka tidak sendirian," kata Fung Wai-wah, presiden Profesional Hong Kong Serikat Guru, yang menyelenggarakan pawai.

Ribuan guru di bawah payung untuk membela demonstran dari kekerasan polisi Hong Kong (SCMP)

Turunnya para guru ini setelah bentrokan yang terjadi sejak sebulan terakhir antara polisi dan pengunjuk rasa anti-pemerintah.

Pihak pendemo menuduh polisi brutal namun polisi mengatakan bahwa para pendemo terus mendesak mereka dan melakukan provokasi dengan merusak pos-pos polisi di seluruh penjuru Hong Kong.

Selain itu, pendemo juga mulai mengganggu ketertiban umum dengan memblokir jalan raya, stasiun MRT dan bandara sehingga mengganggu masyarakat lain.

Polisi menangkap ratusan orang dengan berbagai tuduhan, mulai dari penggunaan bom molotov, senter laser, hingga merlawan petugas.

"Meskipun kita semua takut ditangkap, kita harus terus berjalan," kata Minnie Lee, seorang pekerja logistik berusia 31 tahun dalam aksi Sabtu.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved