DEMO HONG KONG

Demo Hong Kong Kembali Damai, Ribuan Guru Ikut Bergabung Protes Pemerintah

Ribuan guru bergabung dengan demonstran di bawah hujan pada Sabtu pagi. Polisi sempat melarang aksi tersebut, namun akhirnya memberi izin

Demo Hong Kong Kembali Damai, Ribuan Guru Ikut Bergabung Protes Pemerintah
South China Morning Post
Ribuan guru ikut bergabung dengan demo Hong Kong, Sabtu (17/8/2019), untuk memberikan dukungan pada "anak-anak" mereka. 

Demonstrasi Melbourne berubah buruk pada Jumat malam, polisi bergerak untuk memisahkan sekitar 100 pemrotes pro-China dari mereka yang bersimpati ke Hong Kong.

Di Taiwan, orang-orang mengadakan demonstrasi flash mob di Taipei, ibukota pulau itu, untuk mendukung protes Hong Kong.

Aksi demo Hong Kong meluas setelah lebih dari 1.000 staf perawat kesehatan dari 13 rumah sakit umum di Hong Kong menggelar demonstrasi duduk di tempat kerja, Selasa (13/8/2019).

Para staf medis, termasuk dokter, mengutuk penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh polisi dalam demonstrasi anti-pemerintah, Minggu (11/8/2019), sehingga mengakibatkan seorang demonstran mendapat luka di bagian matanya.

Para dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya memilih jam makan siang mereka untuk aksi protes tersebut, namkun tidak mengganggu pelayanan.

Dilansir TribunBatam.id dari South China Morning Post, aksi demo juga dilakukan oleh kantor pusat Otoritas Rumah Sakit, yang mengelola seluruh rumah sakit umum kota.

Di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Yau Ma Tei, dokter, perawat, dan staf rumah sakit berkumpul di lobi salah satu blok.

Umumnya mereka berseragam, mengenakan topeng hitam serta menutup mata kanan sebagai tanda protes sambil memegang plakat bertuliskan "Polisi Hong Kong ingin bunuh warga Hong Kong".

Luka yang dialami seorang demonstran wanita tersebut terjadi saat bentrokan di di Tsim Sha Tsui, Minggu lalu, diduga akibat tembakan peluru kacang oleh polisi.

Perempuan itu dirawat di Rumah Sakit Queen Elizabeth dan sebuah sumber mengatakan kondisinya stabil.

Wong Lok-yu, seorang dokter yang bersama-sama mengorganisir rapat umum di Rumah Sakit Queen Elizabeth, mengatakan: “Kami sekarang sedang memasuki krisis kemanusiaan, dan seseorang, cepat atau lambat akan mati. Lebih banyak orang terluka oleh polisi."

Profesor Yuen Kwok-yung, seorang ahli penyakit menular yang terkenal dari Universitas Hong Kong juga ikut dalam aksi di Rumah Sakit Queen Mary di Pok Fu Lam.

Seluruh staf rumah sakit Queen Elizabeth Hong Kong mengfelar aksi protes terhadap polisi setelah seorang pendemo terluka di bagian mata. Aksi demo duduk ini dilakukan oleh 13 rumah sakit pada jam makan siang, Selasa (13/8/2019).
Seluruh staf rumah sakit Queen Elizabeth Hong Kong mengfelar aksi protes terhadap polisi setelah seorang pendemo terluka di bagian mata. Aksi demo duduk ini dilakukan oleh 13 rumah sakit pada jam makan siang, Selasa (13/8/2019). (South China Morning Post/Nora Tam)

Ia mengatakan, pekerja perawatan kesehatan "sangat sedih" oleh cedera dan bunuh diri orang-orang di dua bulan terakhir.

"Serangan brutal tidak akan mengembalikan Hong Kong ke situasi semula, Itu hanya akan menimbulkan lebih banyak kekerasan dan kebencian,” kata Yuen yang menyerukan kebenaran dan cinta.

Dia mengatakan, kebenaran bisa membiarkan orang menyelesaikan perbedaan pendapat mereka, dan cinta akan memberi orang kemampuan untuk memaafkan luka fisik dan mental yang dilakukan oleh orang lain.

Seorang juru bicara Otoritas Rumah Sakit mengatakan bahwa mereka memahami anggota staf ingin mengungkapkan pendapat mereka.

"Rumah sakit umum bukan tempat yang tepat untuk pertemuan seperti itu karena dapat mempengaruhi operasi dan layanan pasien dari fasilitas perawatan kesehatan," katanya, " Namun aksi ini tidak mengganggu pelayanan dan semuanya berjalan lancar."

Blokade Bandara 

Setelah membatalkan seluruh penerbangan, Senin sore, para pengunjuk rasa anti-pemerintah kembali ke Bandara Internasional Hong Kong, Selasa (13/8/2019) siang. Aksi mereka bahkan membuat kesal penumpang pesawat.

Jika sehari sebelumnya para penumpang masih bisa mengakses area keberangkatan, kini para pendemo melakukan aksi duduk dan menghalangi para penumpang.

Ratusan demonstran menempati area di sekitar gang-gang check-in mulai pukul 14:30 dan gerbang keberangkatan dalam eskalasi protes mereka, sementara sekitar 1.000 orang tetap berada di bagian kedatangan.

Mereka meneriakkan "Stand with Hong Kong, stand for freedom" di antara parea penumpang yang kesal karena jalannya menuju aral keberangkatan pesawat dihalang-halangi.

Seorang wanita terlihat marah sat berusaha menerobos pemrotes menuju gerbang keberangkatan Terminal 1.

Wanita itu marah karena jalannya diblokir oleh pengunjuk rasa sampai akhirnya staf bandara masuk dan membantu wanita itu.

"Kami membayar uang ke negara Anda, tetapi Anda melakukan ini kepada kami ... Kami tidak akan pernah datang ke sini lagi!" teriak wanita itu kesal.

Para demonstran Hong Kong menghalangi celon penumpang di Bandara Internasional Hong Kong, Selasa (13/8/2019).
Para demonstran Hong Kong menghalangi celon penumpang di Bandara Internasional Hong Kong, Selasa (13/8/2019). (South China Morning Post)

Penumpang lain mengatakan bahwa jika tujuan para demonstran ingin mendapat simpati internasional, cara yang dilakukan justru akan mengesankan sebaliknya, "Kalian hanya merusak reputasi Hong Kong," katanya kesal.

Otoritas Bandara mengatakan, sejumlah pesawat yang dibatalkan pada Senin, diterbangkan pada malam hingga pagi, saat pendemo pulang.

Selain menduduki bandara, demonstran sepertinya ingin memboikot seluruh penerbangan karena stasiun MRT menuju bandara juga diblokir oleh mereka.

Menuju Jurang Kematian

Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam Cheng Yuet-ngor kembali memperingatkan para demonstran bahwa mereka mendorong kota itu “ke dalam jurang kematian”.

Carrie Lam Cheng Yuet-ngor kembali tampil di depan media, Selasa (13/8/2019) dan sambil menangis mengatakan bahwa aksi massa yang menduduki Bandara Internasional Hong Kong, hanya akan menghancurkan korta itu.

Carrie Lam yang diperangi pendemo dalam dua setengah bulan ini mengatakan, pembatalan semua penerbangan, Senin, pengepungan kantor polisi dan memblokade jalan-jalan umum, membuat kota itu tidak lagi aman dalam persepsi dunia internasional.

Carrie Lam berbicara di depan media menjelang pembentukan kembali kabinet Dewan Eksekutif: “Hong Kong terluka parah. Butuh waktu lama untuk pulih," katanya seperti dilansir TribunBatam.id dari South China Morning Post.
Dia bertanya kepada pengunjuk rasa, apakah mereka ingin "mendorong Hong Kong ke jurang kematian?"

Dalam seruan langsung kepada demonstran, dia berkata: "Mari kita mengesampingkan perbedaan dan menghabiskan satu menit untuk melihat kota dan rumah kita. Bisakah kita menahan diri untuk tidak mendorongnya ke dalam jurang di mana semuanya akan binasa?"

Carrie Lam mengatakan, tidak ada yang diuntungkan dalam aksi selama ini karena yang dilakukan demonstran hanyalah menentang supremasi hukum.

"Kita perlu menentang kekerasan dan mempertahankan supremasi hukum ... Ketika semua ini tenang, kita akan mulai melakukan dialog yang tulus dan membangun kembali keharmonisan Hong Kong," katanya.

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memberikan pernyataan terkait aksi unjuk rasa warga Hong Kong
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memberikan pernyataan terkait aksi unjuk rasa warga Hong Kong (Instagram/criturkish)

Lam mengatakan dia khawatir dengan citra internasional kota itu.

"Dari apa yang terjadi dalam seminggu terakhir, saya khawatir reputasi Hong Kong yang dikenal aman dan menghormati aturan hukum, berubah ke dalam (situasi) yang sangat berbahaya," katanya. "Hong Kong adalah kota yang terbuka, bebas, inklusif, dan stabil secara ekonomi. Kini semuanya menderita," katanya.

"Tidak perlu bagi saya untuk menguraikan betapa pentingnya bandara internasional bagi Hong Kong. Setiap hari, banyak penduduk keluar dan kembali ke kota, banyak turis dan pebisnis menggunakan transportasi ini."

Menanggapi wartawan, Carrie Lam mengesampingkan pertanyaan tentang apakah dia akan mengundurkan diri.

"Saya, sebagai kepala eksekutif akan bertanggung jawab untuk membangun kembali ekonomi Hong Kong, untuk terlibat seluas mungkin, untuk mendengarkan sebanyak mungkin keluhan rakyat saya, dan mencoba membantu Hong Kong bergerak maju," katanya.

 "Itu adalah komitmen politik saya yang sangat serius dan tanggung jawab saya kepada orang-orang Hong Kong pada saat ini."
Ditanya apakah dia akan mengunjungi wanita yang terluka di bagian mata akibat tertembak oleh operasi pembersihan polisi pada hari Minggu, Lam mengatakan: "Ketika itu memberi kenyamanan, saya akan melakukannya."

"Saya sedih tentang siapa pun yang terluka selama protes dan tindak kekerasan. Saya berharap mereka segera sembuh, ”tambahnya.

"Khusus untuk wanita muda ini, saya memohon padanya untuk melapor ke polisi agar kita bisa mengetahui kebenaran yang terjadi," katanya.

Konvoi kendaraan militer China di Shenzhen, kota yang berbatasan dengan Hong Kong, Senin (12/8/2019).
Konvoi kendaraan militer China di Shenzhen, kota yang berbatasan dengan Hong Kong, Senin (12/8/2019). (South China Morning Post)
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved