DEMO HONG KONG

Demo Hong Kong Kembali Damai, Ribuan Guru Ikut Bergabung Protes Pemerintah

Ribuan guru bergabung dengan demonstran di bawah hujan pada Sabtu pagi. Polisi sempat melarang aksi tersebut, namun akhirnya memberi izin

Demo Hong Kong Kembali Damai, Ribuan Guru Ikut Bergabung Protes Pemerintah
South China Morning Post
Ribuan guru ikut bergabung dengan demo Hong Kong, Sabtu (17/8/2019), untuk memberikan dukungan pada "anak-anak" mereka. 

“Yang kami perjuangkan adalah demokrasi dan hak kami. Kami tidak melakukan kesalahan apa pun. Jika kita berhenti sekarang, segalanya akan bertambah buruk.”

Aksi demo yang awalnya hanya untuk penolakan RUU ekstradisi yang kini ditangguhkan, memang telah bergeser ke isu lain. 

Mulai dari tuntutan pengunduran diri pemerintah eksekutif Carrie Lam, penyelidikan independen terhadap penggunaan kekuatan oleh polisi, serta hak kebebasan --yang diartikan luas sebagai gerakan anti-China.

Hal inilah yang membuat rakyat Hong Kong terbelah dan sebagian kemudian membuat gerakan untuk membela pemerintah dan polisi.

Apalagi, aksi demo Hong Kong sudah merusak perekonomian negara tersebut dan saat ini menuju jurang resesi yang akan berdampak pada  perdagangan dan pariwisata, sumber utama pendapatan negara pulau yang dipinjam Inggris selama 100 tahun itu hingga 1997.

Gerakan mendukung pemerintah di Victoria Park (SCMP)

Hingga saat ini, Beijing masih menahan diri untuk tidak terlibat langsung menghadapi aksi tersebut, namun belasan ribu pasukan telah disiagakan di Shenzhen, kota China daratan yang berbatasan langsung dengan Hong Kong.

Polisi Hong Kong saat ini mengatakan bahwa mereka mampu menangani protes dan mereka tidak akan meminta bantuan Beijing, sebagai syarat utama untuk pengerahan pasukan.

"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa kami yakin polisi memiliki kemampuan untuk menjaga hukum dan ketertiban," Yeung Man-pun, komandan distrik Kota Kowloon.

Aksi demo Hong Kong ini menjalar ke negara lain dan menjadi gerakan sentimen pro-demokrasi Hong Kong vs pro-China.

Di Australia, setidaknya 200 pengunjuk rasa turun ke Sydney Town Hall, meneriakkan "Long live China" dan menyanyikan lagu nasional China, sementara protes untuk mendukung gerakan pro-demokrasi berlanjut di Melbourne.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved