Selasa, 2 Juni 2026

BATAM TERKINI

Listrik 3 Kali Byar Pet Saat Sertijab Kapolresta Barelang, Polisi: Parah Sekali Ini Lampu

Acara serah terima jabatan (sertijab) Kapolresta Barelang Batam diwarnai insiden pemadaman listrik sehingga membuat petugas Polresta Barelang geram.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Petugas Bright PLN Batam, Muhammad Iksan saat melakukan pemeriksaan kabel listrik menyebutkan tidak mengetahui sebab akibat PLN mati hidup. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Acara serah terima jabatan (sertijab) Kapolresta Barelang Batam diwarnai insiden pemadaman listrik sehingga membuat petugas Polresta Barelang geram.

Tampak beberapa polisi berang melihat petugas PLN saat melakukan pemeriksaan lampu di sirkulasi kabel PLN tepatnya di belakang Poresta Barelang, usai sertijab berlangsung, Selasa (20/8/2019).

“Lagi ngomong mati, lagi ngomong mati. Parah sekali ini lampu,” ujar salah seorang polisi kepada petugas PLN.

Sedikitnya sudah tiga kali lampu tersebut hidup mati saat sertijab dan dialog yang dipimpin Kapolda Kepri dan Wakapolda Kepri bersama jajaran FKPD berlangsung.

Tidak hanya polisi, saat Walikota Batam, Rudi menyampaikan ucapan selamat kepada Kapolresta Barelang dalam dialog yang berlangsung, tampak lampu mati, sehingga mikrofon yang digunakan terhenti sejenak.

“Kasihan, tak jadi main musik ibu-ibu Bhayangkarinya karena mati lampu,” kata salah petugas kantin saat membawa kopi menuju lobi Polres.

Sementara di tempat yang sama seorang petugas Bright PLN, Muhammad Iksan saat melakukan pemeriksaan kabel listrik menyebutkan tidak mengetahui sebab akibat PLN mati hidup.

“Tidak tau bang, kita mau periksa dulu. Sudah tiga kali mati lampu dari sejak tadi,” ucapnya kepada Tribun.

Hingga kini acara internal Polresta Barelang sedang berlangsung di lantai dua dan petugas PLN sedang berupaya memperbaiki kondisi lampu. 

Bukan Modus Naik Tarif

Sementara itu, terkait seringnya dilakukan pemadaman listrik, Vice President of Public Relation bright PLN Batam, Samsul Bahri mengatakan, saat ini sistem kelistrikan Batam dalam kondisi siaga.

Itu akibat adanya gangguan di dua pembangkit besar PLN.

Yakni di Tanjunguncang dan di Panaran. Imbasnya, terjadi kekurangan pasokan listrik yang besar. Total daya listrik di kedua pembangkit ini, 100 MW.

"Sekarang lagi proses perbaikan. Jadi suatu waktu bisa padam, bisa juga tidak," kata Samsul, Senin (19/8/2019) di Batam Center, Batam, Kepri.

PLN mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan kondisi kelistrikan Batam tetap handal. Namun apa daya, gangguan tetap terjadi, dan berakibat pemadaman.

Samsul menyebut, untuk padam ini sendiri, banyak faktor penyebabnya.

Mindo Tampubolon Dipindahkan ke Lapas Pekanbaru Sejak Juli, Ini 2 Alasannya!

Pemerintah Tidak Jadi Terbitkan Aturan Blokir HP Ilegal, Ombudsman: Selesaikan Masalah Hulunya Dulu

Ahok (BTP) Pamer Puput Nastiti Devi Hamil Muda, Veronica Tan Tulis Punya Hati

Selain gangguan di pembangkit, ada juga karena pengaruh cuaca, gangguan di jaringan, dan lain sebagainya.

"Seperti siang tadi, sekira pukul 11.00 WIB, ada gangguan di jaringan Tegangan Menengah (TM) di Batubesar," ujarnya.

Akibatnya, aliran listrik di jaringan TM Batubesar itu terputus. Dan hingga pukul 15.54 WIB, masih proses penormalan. Dikatakan, untuk pemadaman yang terjadi di sekitar Batubesar, sifatnya mendadak. Karena itu, PLN tak menginformasikan sebelumnya.

"Di Batubesar, ada monyet menempel di TM dan berakibat gangguan. Mati (tersengat listrik)," kata Samsul, sembari memperlihatkan foto seekor monyet dalam posisi tergantung di kabel listrik, dari handphone-nya.

Sementara untuk pemadaman yang terjadi di wilayah lain, Senin (19/8) ini, sebagaimana pemberitahuan tertulis PLN, akibat gangguan di dua pembangkit besar PLN.

Soal isu yang berkembang, pemadaman yang terjadi hanya trik PLN supaya tarif listrik naik, Samsul kembali menjelaskan kondisi yang terjadi.

"Kalau ada yang berasumsi seperti itu, silakan. Tapi kami tegaskan lagi, tidak ada kenaikan tarif. Pemadaman ini murni karena gangguan di dua pembangkit tadi," ujarnya.

Saat ini PLN sedang menunggu sparepart untuk memperbaiki gangguan di dua pembangkit listrik, tiba di Batam. Informasinya, sparepart itu sudah dalam perjalanan dari Eropa ke Batam.

PLN memperkirakan, pada pekan kedua September, sparepart yang ditunggu ini sudah tiba di Batam.

Sembari menunggu sparepart tiba, PLN melakukan pemeliharaan terhadap pembangkit lainnya. PLN juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, agar hemat pemakaian listrik. Imbauan juga ditujukan kepada pengusaha di Batam.

"Kita berkoordinasi dengan kawan-kawan yang punya genset, supaya mengoperasikan pembangkit mereka. Agar kekurangan pasokan listrik yang terjadi, tidak begitu besar," kata Samsul.

Soal pemadaman listrik dan kaitannya dengan investasi di Batam, Samsul menegaskan, pihaknya sangat mendukung investasi yang ada di Batam, maupun yang akan masuk ke Batam.

Dengan begitu, PLN bisa menjual listriknya kepada investor.

Imbasnya lagi, bisa memajukan roda perekonomian di Batam, dan banyak tenaga kerja yang bisa diserap dengan adanya investasi itu.

"Kita sangat mendukung. Kita tetap coba memberikan yang terbaik. Kita juga tak ingin ada pemadaman ini," ujarnya. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing/dewi haryati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved