PHK Melanda Batam, Perusahaan Hengkang, Ini Penyebabnya
Industri manufaktur di Batam meredup, pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda, ini penyebabnya.
"Kalau melalui pelabuhan, untuk pelabuhan Batu Ampar US$ 1.903,03 juta, diikuti pelabuhan Tarempa US$ 1.492,36 juta, pelabuhan Belakang Padang US$ 1.064,77 juta, pelabuhan Sekupang US$ 1.002,39 juta, dan pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$ 694,30 juta.
Kontribusi ke lima pelabuhan terhadap kumulatif ekspor Januari hingga Juli 2019, sebesar 87,57 persen," ujar Zulkifli.
Sementara itu, untuk nilai impor Kepri pada Juli 2019 mengalami penurunan 2,50 persen atau hanya mencapai US$ 915,26 juta dibanding impor Juni 2019.
"Pada bulan sebelumnya mencapai US$ 938, 74 juta.
Bila dibandingkan tahun sebelumnya bulan sama juga menurun sebesar 21,13 persen.
Capaian tahun lalu US$ 1.160,51 juta," kata Zulkifli.
Untuk nilai impor Migas Juli 2019 mencapai US$ 168,63 juta, atau naik 38,48 persen dibanding Juni 2019.
Nilai impor non Migas pada Juli 2019 mencapai US$ 746,63 juta atau turun 8,61 persen dibanding Juni 2019.
"Selama Januari hingga Juli 2019 impor non Migas terbesar itu berasal dari golongan barang mesin/peralatan listrik (85) dengan nilai US$ 1.379,87 juta atau 30,53 persen dari total impor nonmigas," ucap Zulkifli.
Selain itu, negara pemasok barang impor terbesar pada Januari hingga Juli 2019 ditempati Singapura dengan nilai US$ 2.296,68 juta dan kontribusi 42,78 persen.
"Pelabuhan bongkar barang impor terbesar selama bulan Januari hingga Juli 2019 di antaranya, pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar US$ 2.972,68 juta, disusul pelabuhan Sekupang dengan nilai impor sebesar US$ 1.034,79 juta.
Kontribusi keduanya mencapai 74,64 persen dari total impor," tegas Kepala BPS Provinsi Kepri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/image-2019-08-06-at-200239.jpg)