Breaking News:

Kapolda Papua Barat Ungkap Kondisi Manokwari, Dari Kerusuhan Hingga Arahan Kapolri

Kondisi kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua Barat yang sempat terganggu dengan kerusuhan beberapa hari lalu, membuatnya tak punya b

Editor: Eko Setiawan
ist
Bisa diangkut neh! eksklusiv dari Manokwari 

TRIBUNBATAM, MANOKWARI - Kapolda Papua Barat, Brigjen Herry Nahak mungkin menjadi pejabat paling sibuk di Papua Barat saat ini.

Kondisi kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua Barat yang sempat terganggu dengan kerusuhan beberapa hari lalu, membuatnya tak punya banyak waktu bersantai.

Apalagi, beredar isu masyarakat akan kembali turun ke jalan menyuarakan tuntutan mereka atas kasus dugaan rasisme terhadap mahasiswa Papua.

Minggu (25/8/2019) siang, mantan Dirtipidum Bareskrim Polri ini kembali mengumpulkan pejabatnya di Polda Papua Barat untuk membicarakan kondisi kamtibmas dan wacana unjuk rasa.

Rindu Dengan Belaian Mantan Istri, Pria Ini Culik dan Perkosa Mantan Istrinya Sambil Diancam Pisau

Hasil MotoGP Inggris 2019 - Di Tikungan Terakhir Alex Rins Salip Marc Marquez

Vizcarra Jadi Striker, Ini Susunan Pemain Perseru Badak Lampung FC Vs Persib

Penjual Boneka Fantasi Ungkap Orang yang Ingin Membeli Sering Meminta Hal Ini

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Brigjen Herry Nahak mengungkapkan kondisi yang Ia hadapi saat ini, berikut wawancaranya.

1. Sebelum kerusuhan terjadi, apa anda sudah mendapat informasi akan adanya aksi di Papua Barat.
"Kami sudah dapat info malamnya kalau akan ada pergerakan massa dalam jumlah besar, saya kumpulkan pejabat utama untuk mempersiapkan pasukan anggota untuk mengantisipasi. Kami juga berkoordinsi dengan BIN, dan Pangdam," kata Herry.

2. Lantas bagaimana tiba-tiba bisa rusuh, apakah tidk ada antisipasi sebelumnya?
"Massa bergerak sangat dinamis, jumlahnya pun banyak. Hampir semua sudut jalan, warga dari semua kampung keluar hari itu. Massa membesar sangat cepat. Kemudian kami coba dengar aspirasinya, apa yang mereka inginkan, tapi karena massa yang sangat besar, dan ada yang memprovokasi, terjadilah pelemparan dan pembakaran. Berkumpulnya massa, bukan hanya yang terkoordinir untuk demo, tapi masyarakat pada umumnya. Masayarakat bercampur."

3. Bagaimana koordinasi dengan Mabes Polri?
"Kami terus berkoordinasi. Kapolri menelpon saya berkali-kali, setiap saat saya lapor ke beliau. Kapolri memberi arahan, karena kalau berhubungan Kapolri itu, ketika ada sesuatu yang harus dilaporkan, saya langsung laporkan. Begitupun ketika belia ada arahan, saya langsung ditelpon.

4. Apa yang disampaikan Jenderal Tito Karnavian?
"Arahan yang saya ingat betul, Kapolri minta saya dekati tokoh-tokoh di sini. Libatkan mereka menyelesaikan masalah. Yang paling utama jangan sampai ada korban, tak boleh ada peluru tajam. Upayakan persuasif ketemu dan bicara tokoh, supaya kita tahu apa yang mereka inginkan dan bisa kita fasilitasi.

5. Setelah rusuh, Kominfo langsung batasi internet, apa itu memgganggu komunikasi?
"Kami tak masalah, ada handphone. Kami sementara telponan aja dulu. Pembatasan internet itu sebenarnya untuk membatasi berita negatif, provokatif. Itu banyak sekali yang masuk dan keluar Papua Barat dalam bentuk meme, ujaran kebencian. Ini bisa memprovokasi masyarakat untuk marah terhadap sesuatu yang belum jelas terjadi."

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved